Ratusan Anak Down Syndrome Akan Berkumpul di Jogja

Nina Atmasari
Nina Atmasari Rabu, 11 April 2018 17:37 WIB
Ratusan Anak Down Syndrome Akan Berkumpul di Jogja

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono bercana dengan salah satu anak dengan Down Syndrome di Harian Jogja, Rabu (11/4/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, JOGJA- Anak dengan Down Syndrome masih mengalami diskriminasi dari masyarakat awam. Perlu ada kampanye untuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang kondisi tersebut.

Ketua PIK Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Yogyakarta, Sri Rejeki Ekasasi mengakui saat ini masih ada stigma negatif terhadap anak Down Syndrome karena anak seperti ini lahir dengan kondisi keterlambatan fisik dan mental.

Pemerintah, katanya, juga belum memiliki program untuk menyosialisasikan tentang kondisi ini. "POTADS berusaha memberdayakan orang tuanya agar tidak malu dan tidak merasa tersisih," katanya, dalam audiensi ke Harian Jogja, Rabu (11/4/2018).

Atas dasar itulah, PIK POTADS Yogyakarta menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Sindroma Down Dunia yang jatuh pada 21 Maret. Kegiatan pembuka telah digelar berupa Mewarnai Bersama Down Syndrome pada 18 Maret lalu.

Hasil karya para anak Down Syndrome tersebut akan dipamerkan di Gedung rektorat UNY pada Sabtu sampai Minggu (14-15/4/2018). Pada hari pertama pameran, juga akan digelar Seminar Down Syndrome yang diisi oleh pakar-pakar di bidang kesehatan, terapi, psikologi dan pendidikan terkait Down Syndrome. Selain itu, ada lokakarya untuk POTADS se Indonesia.

Adapun hari kedua, akan digelar perayaan Hari Sindroma Down Dunia dengan kegiatan pentas seni dan mini workshop. Sepanjang kegiatan, panitia juga membuka terapi dan konseling yang dilayani oleh terapis dan dosen-dosen di UNY.

Sri Rejeki memperkirakan sedikitnya 500 orang akan hadir memeriahkan kegiatan ini. Mereka bukan hanya dari Jogja tetapi seluruh Indonesia. Dari Jogja sendiri, saat ini ada sekitar 60 anak Down Syndrome yang sudah bergabung dalam POTADS.

Menurut dia, seluruh kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran tentang apa itu Down Syndrome, memahami kondisi anak tersebut dan bagaimana orang-orang dengan Down Syndrome bisa hidup berdampingan dan memainkan peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono memberikan apresiasi terhadap para orang tua dengan anak Down Syndrome. "Mereka adalah orang tua yang hebat dan sabar, sehingga perlu menularkan ilmunya kepada masyarakat," katanya.

Harian Jogja, katanya, tertarik dengan hal inspiratif seperti ini. Salah satu bentuk dukungan adalah melalui tulisan yang diharapkan bisa menginspirasi pembacanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online