Pengumuman SNBP Dibuka, Ribuan Orang Berebut Kursi di Untidar
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono bercana dengan salah satu anak dengan Down Syndrome di Harian Jogja, Rabu (11/4/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA- Anak dengan Down Syndrome masih mengalami diskriminasi dari masyarakat awam. Perlu ada kampanye untuk peningkatan kesadaran masyarakat tentang kondisi tersebut.
Ketua PIK Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Yogyakarta, Sri Rejeki Ekasasi mengakui saat ini masih ada stigma negatif terhadap anak Down Syndrome karena anak seperti ini lahir dengan kondisi keterlambatan fisik dan mental.
Pemerintah, katanya, juga belum memiliki program untuk menyosialisasikan tentang kondisi ini. "POTADS berusaha memberdayakan orang tuanya agar tidak malu dan tidak merasa tersisih," katanya, dalam audiensi ke Harian Jogja, Rabu (11/4/2018).
Atas dasar itulah, PIK POTADS Yogyakarta menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Sindroma Down Dunia yang jatuh pada 21 Maret. Kegiatan pembuka telah digelar berupa Mewarnai Bersama Down Syndrome pada 18 Maret lalu.
Hasil karya para anak Down Syndrome tersebut akan dipamerkan di Gedung rektorat UNY pada Sabtu sampai Minggu (14-15/4/2018). Pada hari pertama pameran, juga akan digelar Seminar Down Syndrome yang diisi oleh pakar-pakar di bidang kesehatan, terapi, psikologi dan pendidikan terkait Down Syndrome. Selain itu, ada lokakarya untuk POTADS se Indonesia.
Adapun hari kedua, akan digelar perayaan Hari Sindroma Down Dunia dengan kegiatan pentas seni dan mini workshop. Sepanjang kegiatan, panitia juga membuka terapi dan konseling yang dilayani oleh terapis dan dosen-dosen di UNY.
Sri Rejeki memperkirakan sedikitnya 500 orang akan hadir memeriahkan kegiatan ini. Mereka bukan hanya dari Jogja tetapi seluruh Indonesia. Dari Jogja sendiri, saat ini ada sekitar 60 anak Down Syndrome yang sudah bergabung dalam POTADS.
Menurut dia, seluruh kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran tentang apa itu Down Syndrome, memahami kondisi anak tersebut dan bagaimana orang-orang dengan Down Syndrome bisa hidup berdampingan dan memainkan peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono memberikan apresiasi terhadap para orang tua dengan anak Down Syndrome. "Mereka adalah orang tua yang hebat dan sabar, sehingga perlu menularkan ilmunya kepada masyarakat," katanya.
Harian Jogja, katanya, tertarik dengan hal inspiratif seperti ini. Salah satu bentuk dukungan adalah melalui tulisan yang diharapkan bisa menginspirasi pembacanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.