Bank Jateng Perkuat Sinergi dengan KIW, Dorong Ekosistem Industri dan Dunia Usaha
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Badan Pengelola Geopark Jogja hari ini menggelar Seminar bertajuk Merawat Sumbu Imajiner "Harmoni Merapi - Gumuk Pasir Parangtritis" di Yogyakarta. Seminar ini menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan sumbu imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi hingga Gumuk Pasir Parangtritis, sebagai elemen penting dari keistimewaan bentang alam Jogja yang telah hidup sejak lebih dari 40 juta tahun lalu./ Ist
JOGJA – Badan Pengelola Geopark Jogja hari ini menggelar Seminar bertajuk Merawat Sumbu Imajiner "Harmoni Merapi - Gumuk Pasir Parangtritis" di Yogyakarta. Seminar ini menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan sumbu imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi hingga Gumuk Pasir Parangtritis, sebagai elemen penting dari keistimewaan bentang alam Jogja yang telah hidup sejak lebih dari 40 juta tahun lalu.
Dalam seminar ini, keistimewaan koridor bentang alam yang terkoneksi dari Gunung Merapi hingga Pantai Selatan, dengan Perbukitan Menoreh dan Batur Agung di sisi barat dan timur, menjadi topik utama. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dinas terkait serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi yang menjadi mitra Geopark Jogja.
Seminar ini bertujuan tidak hanya untuk menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya, tetapi juga sebagai ruang diskusi publik yang diharapkan dapat menjadi bahan kajian serta kebijakan strategis.
Seminar menghadirkan dua pembicara utama: Penghageng KHP Datu Dana Suyasa, yang membahas “Sumbu Imajiner dan Hamemayu Hayuning Bawono". Dr. Andreas Budi Widyanta, S.Sos., M.A., akademisi dari Departemen Sosiologi, FISIP UGM, membahas mengenai "Kebijakan Strategis dalam Sumbu Imajiner".
BACA JUGA: Pemda DIY Gelar Kelana Humas, Branding Sumbu Filosofi Lewat Lensa Kreatif Generasi Muda
Sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi hingga Gumuk Pasir Parangtritis merupakan simbol keseimbangan kosmologis dan filosofi "Hamemayu Hayuning Bawono"—upaya menjaga harmoni dan keberlanjutan alam, manusia, dan budaya. Seminar ini menegaskan kembali amanah bagi Geopark Jogja untuk memastikan kehidupan sumbu imajiner tetap dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Semangat menjaga sumbu imajiner ini sejalan dengan visi Geopark Jogja untuk melestarikan Bhumi Jogja yang bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat di dalamnya. Sebagai warga Jogja, menjaga keberlangsungan sumbu imajiner bukan hanya tanggung jawab Badan Pengelola Geopark Jogja, tetapi menjadi tugas bersama seluruh masyarakat. “Jangan biarkan sumbu imajiner hanya menjadi cerita bagi anak cucu kita. Sesanti Hamemayu Hayuning Bawono harus menjadi darah dan roh pembangunan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta,”
Seminar ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya mempertahankan keistimewaan Jogja. Geopark Jogja berkomitmen untuk terus mempromosikan dan melindungi nilai-nilai warisan ini sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat Jogja yang harmonis dan berkelanjutan. Mari bersama-sama menjaga dan merawat keistimewaan Jogja untuk generasi kini dan masa depan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memperkuat sinergi dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dan para pelaku usaha di kawasan industri
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.