STTKD Akan Dampingi Warga Sekitar Bandara Kulonprogo

Sunartono
Sunartono Rabu, 11 April 2018 22:10 WIB
STTKD Akan Dampingi Warga Sekitar Bandara Kulonprogo

Ketua STTKD Marsda TNI (Purn) Udin Kurniadi./Harian Jogja-Sunartono)

Harianjogja.com, BANTUL--Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Jogja siap memberikan pendampingan terhadap warga Kulonprogo dalam menghadapi beroperasinya New Yogyakarta Indonesia Airport (NYIA). Sosialisasi penerbangan  yang melibatkan kepala desa dan camat dari Kulonprogo akan digelar di STTKD pada Kamis (12/4/2018).

Ketua STTKD Jogja Marsda TNI (Purn) Udin Kurniadi menjelaskan pihaknya merasa perlu memberikan pemahaman kepada warga terdampak  Bandara Kulonprogo terkait penerbangan. Salah satunya terkait aktivitas yang boleh dan tidak dilakukan di sekitar kawasan bandara. Serta berbagai hal menyangkut keamanan dan kenyamanan warga selama tinggal di sekitar bandara internasional.

Ia mencontohkan beternak ayam di sekitar jalur runway tidak direkomendasikan karena memungkinkan ayam susah bertelur.
"Masyarakat harus disadarkan mulai saat ini, bahwa ada dampak lain ketika bandara beroperasi. Itu demi keamanan warga sendiri. Kami berusaha memberikan sosialisasi terhadap warga," katanya kepada Harian Jogja, Rabu (11/4/2018).

Melalui pendampingan tersebut, pihaknya mendorong agar masyarakat Kulonprogo tidak menjadi penonton. Tetapi harus berperan dengan bekerja di bandara dan jangan sampai peluang kerja itu justru diambil warga lain dari luar DIY.

Sosialisasi itu, kata dia, harus melalui camat dan kepala desa untuk memberikan pemahaman tentang penerbangan kepada warga. Pihaknya siap memberikan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat setelah digelarnya sosialisasi dengan melibatkan lurah dan camat.

"Peluang itu harus diambil warga Kulonprogo, tetapi mereka harus dibekali pemahaman. Misalnya jadi cleaning service bandara itu ada SOP-nya sendiri, tidak bisa asal-asalan. Kalau sampai kurang bersih masih tersisa kerikil kecil saja di sekitar landasan pesawat akan bahaya kalau masuk mesin," jelas mantan pilot yang memiliki segudang pengalaman ini.

Udin menambahkan dari sisi sumber daya manusia (SDM), pihaknya sudah mendidik sekitar 20 pemuda Kulonprogo sebagai tenaga  ground handling di NYIA. Mereka akan lulus pada September 2018 dan akan menjalani job training di Adisutjipto sembari menunggu NYIA beroperasi. Jumlah itu merupakan hasil seleksi dari ratusan remaja Kulonprogo yang mendaftar.

Menurut dia, ground handling menjadi yang utama dan harus dipegang warga Kulonprogo, seperti petugas AMC (apron movement control). Kemudian petugas bongkar muat barang di pesawat jangan sampai didatangkan dari luar Kulonprogo.

"Jadi manfaat camat dan lurah ini akan sangat berperan untuk masyarakat Kulonprogo. STTKD siap membantu, kalau masyarakat meminta penjelasan kami siap, prinsip kami ibadah, tanpa dibayar pun kami siap," ujarnya.

Sosialisasi itu akan terus dilakukan secara bertahap, bisa dilakukan di Kampus STTKD maupun di Kulonprogo. Mantan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) ini memastikan masih ada waktu yang cukup baginya untuk memberikan sosialisasi kepada warga. STTKD juga mengirim dosen dalam program pengabdian masyarakat di sekitar bandara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online