Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meminta kepada masyarkat untuk mewaspadai potensi bencana di masa pancaroba. Masa transisi dari musim hujan ke kemarau memungkinkan terjadi musibah seperti tanah longsor dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan hingga sekarang belum menerima pemberitahuan secara resmi terkait perubahan musim dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun, berdasarkan pemantauan saat ini sudah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau. “Ya sekarang sudah masuk ke masa pancaroba,” katanya kepada wartawan, Kamis (19/4/2018).
Menurut dia, di masa peralihan musim ini, warga harus mewaspadai potensi bencana yang masih mungkin terjadi.
“Memang intensitas hujan sudah mulai turun, tapi potensi masih ada sehingga kewaspadaan tetap diperluan,” ujarnya.
Dwi menjelaskan di wilayah Bantul beberapa potensi bencana yang mungkin terjadi di antaranya banjir, tanah longsor hingga angin kencang. Untuk potensi tanah longsor berada di lima kecamatan seperti Piyungan, Pleret, Dlingo, Pajangan, Imogiri dan Pundong. Sedangkan angin kencang berpotensi merata di seluruh wilayah di Kabupaten Bantul.
“Angin kencang tersebar merata karena lokasinya terus berpindah-pindah dan sangat bergantung pada cuaca. Jadi potensi bencana yang ada tetap harus diwaspadai meski puncak musim hujan sudah berlalu,” katanya.
Bupati Bantul Suharsono meminta kepada BPBD untuk terus siaga dan jika terjadi bencana langsung bisa menerjunkan personel untuk penanganan. Proses penanganan yang dilakukan misal dengan memberikan bantuan maupun tenaga untuk proses evakuasi.
“Respons cepat sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban para korban. Jadi saat terjadi musibah segera ambil tindakan agar kerugiannya dapat ditekan seminimal mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.