DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meminta kepada masyarkat untuk mewaspadai potensi bencana di masa pancaroba. Masa transisi dari musim hujan ke kemarau memungkinkan terjadi musibah seperti tanah longsor dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan hingga sekarang belum menerima pemberitahuan secara resmi terkait perubahan musim dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun, berdasarkan pemantauan saat ini sudah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau. “Ya sekarang sudah masuk ke masa pancaroba,” katanya kepada wartawan, Kamis (19/4/2018).
Menurut dia, di masa peralihan musim ini, warga harus mewaspadai potensi bencana yang masih mungkin terjadi.
“Memang intensitas hujan sudah mulai turun, tapi potensi masih ada sehingga kewaspadaan tetap diperluan,” ujarnya.
Dwi menjelaskan di wilayah Bantul beberapa potensi bencana yang mungkin terjadi di antaranya banjir, tanah longsor hingga angin kencang. Untuk potensi tanah longsor berada di lima kecamatan seperti Piyungan, Pleret, Dlingo, Pajangan, Imogiri dan Pundong. Sedangkan angin kencang berpotensi merata di seluruh wilayah di Kabupaten Bantul.
“Angin kencang tersebar merata karena lokasinya terus berpindah-pindah dan sangat bergantung pada cuaca. Jadi potensi bencana yang ada tetap harus diwaspadai meski puncak musim hujan sudah berlalu,” katanya.
Bupati Bantul Suharsono meminta kepada BPBD untuk terus siaga dan jika terjadi bencana langsung bisa menerjunkan personel untuk penanganan. Proses penanganan yang dilakukan misal dengan memberikan bantuan maupun tenaga untuk proses evakuasi.
“Respons cepat sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban para korban. Jadi saat terjadi musibah segera ambil tindakan agar kerugiannya dapat ditekan seminimal mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.