Seusai Kebakaran, Vrama Billiard Fokus Pemulihan Operasional
Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle fokus memulihkan operasional usai kebakaran Rp20 miliar sambil mengapresiasi tim gabungan.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN-Pengamat politik Fisipol UGM Mada Sukmajati menilai Sri Sultan Hamengku Buwono X bisa menjadi alternatif Cawapres. Hanya saja, HB X sebagai tokoh kultural Jawa sejatinya kurang tepat disandingkan Prabowo.
Mada mengatakan, saat ini para elite politik masih melakukan sejumlah simulasi capres dan cawapres untuk menuju 2019. Setiap tokoh menjadi sah-sah saja ketika diangkat ke permukaan untuk dimasukkan ke dalam bursa capres atau cawapres.
Terkait adanya pihak Partai Gerindra yang mencoba mengangkat nama Sri Sultan HB X, Mada menilai, hal itu pun sah-sah saja. "Berarti kan inginnya [Gerindra] disandingkan dengan Prabowo," ungkapnya.
Dari sisi hitungan politik, Prabowo kurang cocok jika disandingkan dengan Sri Sultan HB X. Karena yang dibutuhkan Prabowo agar dapat meraup suara adalah menggandeng tokoh muslim. Sementara, HB X sebagai representasi kultural.
"Karena kebutuhan Pak Prabowo saat ini bukan representasi kultural, tetapi lebih ke tokoh muslim. Representasi kultural belum menjadi sebuah urgensi untuk Pak Prabowo," kata dia.
Mada justru menilai, Sri Sultan HB X lebih menarik jika disandingkan dengan Jokowi. "Akan menarik juga kalau nanti bisa dipersepsikan antara Jogja dan Solo, antara Jokowi dan Sultan. Tetapi pasti akan ada hitungan kalkukasi politiknya," kata dia.
Ia menegaskan, Sri Sultan HB X bisa menjadi figur salah satu cawapres. "Saya kira bisa [jadi cawapres], kalau tidak ada figur lagi, Sultan itu bisa jadi salah satu alternatif."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle fokus memulihkan operasional usai kebakaran Rp20 miliar sambil mengapresiasi tim gabungan.
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
JNE jadi Official Logistics Partner Prambanan Jazz 2026, memastikan distribusi teknis konser berjalan lancar dan tanpa hambatan.
KPK tegaskan pengembalian amplop oleh Menhut tidak menghapus pidana, penyidikan dugaan suap kawasan hutan Kuansing terus berjalan.
Konser Slank di Bandung hadirkan nostalgia dan dorong musisi lokal serta ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Danais DIY bangun 146,3 km jalan desa dan rehab ratusan RTLH, dorong ekonomi serta pemberdayaan masyarakat lokal.