Harusnya Horror Tayang di Bioskop, Debut Reza Arap Jadi Sutradara
Film Harusnya Horror karya debut Reza Arap sebagai sutradara resmi tayang di bioskop pada Kamis (20/8/2026).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN-Pengamat politik Fisipol UGM Mada Sukmajati menilai Sri Sultan Hamengku Buwono X bisa menjadi alternatif Cawapres. Hanya saja, HB X sebagai tokoh kultural Jawa sejatinya kurang tepat disandingkan Prabowo.
Mada mengatakan, saat ini para elite politik masih melakukan sejumlah simulasi capres dan cawapres untuk menuju 2019. Setiap tokoh menjadi sah-sah saja ketika diangkat ke permukaan untuk dimasukkan ke dalam bursa capres atau cawapres.
Terkait adanya pihak Partai Gerindra yang mencoba mengangkat nama Sri Sultan HB X, Mada menilai, hal itu pun sah-sah saja. "Berarti kan inginnya [Gerindra] disandingkan dengan Prabowo," ungkapnya.
Dari sisi hitungan politik, Prabowo kurang cocok jika disandingkan dengan Sri Sultan HB X. Karena yang dibutuhkan Prabowo agar dapat meraup suara adalah menggandeng tokoh muslim. Sementara, HB X sebagai representasi kultural.
"Karena kebutuhan Pak Prabowo saat ini bukan representasi kultural, tetapi lebih ke tokoh muslim. Representasi kultural belum menjadi sebuah urgensi untuk Pak Prabowo," kata dia.
Mada justru menilai, Sri Sultan HB X lebih menarik jika disandingkan dengan Jokowi. "Akan menarik juga kalau nanti bisa dipersepsikan antara Jogja dan Solo, antara Jokowi dan Sultan. Tetapi pasti akan ada hitungan kalkukasi politiknya," kata dia.
Ia menegaskan, Sri Sultan HB X bisa menjadi figur salah satu cawapres. "Saya kira bisa [jadi cawapres], kalau tidak ada figur lagi, Sultan itu bisa jadi salah satu alternatif."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Harusnya Horror karya debut Reza Arap sebagai sutradara resmi tayang di bioskop pada Kamis (20/8/2026).
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Ekek Keling Sunda dari Gunung Pangrango disebut nyaris punah akibat perburuan. TSI menyiapkan empat pasang untuk dilepasliarkan.
PSEL Bantul memasuki tahap persiapan. Pematangan lahan dijadwalkan September dan proyek ini memiliki nilai investasi mencapai Rp3 triliun.
Empat korporasi di Kalimantan Barat diselidiki terkait dugaan pelanggaran karhutla. Pemerintah membuka opsi pencabutan izin jika terbukti melanggar.
Bapanas menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan pemerintah guna membantu masyarakat terdampak bencana alam sepanjang 2026.