Gandeng UGM, PDAM Sleman Uji Deteksi Kebocoran Pakai Satelit
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
Ilustrasi aplikasi Facebook/The Guardian
Harianjogja.com, JOGJA-Pemanfaatan media sosial untuk layanan pemerintahan tidak bisa dielakkan. Aparat sipil negara (ASN) diminta untuk ikut aktif di media sosial (medsos) agar bisa mengimbangi perubahan yang ada.
Praktisi Komunikasi Publik Sumbo Tinarbuko berharap para pegawai negeri sipil (PNS) mulai aktif bermain medsos. Hal itu bertujuan untuk memfasilitasi layanan pemerintahan bagi generasi milenial.
"Generasi milenial ini sangat aktif di dunia maya. Oleh karenanya, ASN juga harus aktif di medsos," katanya dalam Focus Group Discussion ‘Komunikasi Publik Era Keterbukaan Informasi’ yang diadakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja, Senin (30/4/2018).
Untuk memulainya, Sumbo meminta peserta untuk update status di akun medsosnya masing-masing. Menurutnya keaktifan aparat pemerintahan di medsos harus dipaksakan agar nanti bisa terbiasa.
"Di era saat ini para birokrat tidak bisa lagi hanya duduk di zona nyaman. Mereka harus menyesuaikan dengan tren yang muncul, salah satunya melalui medsos," katanya.
Dia mengingatkan para birokrat karena saat ini masyarakat tidak bodoh namun kritis. Terbukti melalui sarana medsos, masyarakat banyak menyoroti pelayanan pemerintahan. "Selain medos, kepala OPD juga harus aktif mengelola website milik pemerintah. Salah satunya dengan menyajikan konten yang tidak kaku tapi informatif dan solitif," katanya.
Dosen Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Jogja ini juga menekankan pentingnya komunikasi cinta dan bahasa kalbu. Dengan begitu ada interaksi yang menarik antara pengelola website dengan warga.
"Selain menarik, tampilan website menggunakan bahasa seperti saat Anda jatuh cinta yang enak dibaca, semenarik dan seringkas mungkin,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo dan Persandian Kota Jogja Tri Hastono akan memdorong seluruh ASN untuk aktif bermedsos di era saat ini. Baginya, keaktifan ASN di medsos agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi milenial.
"Pemanfaatan medsos juga untuk mendukung kinerja. Selama ini informasi masih berdasarkan agenda, kalau nanti aktif di medsos masyarakat bisa memantau informasi atau kinerjanya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman jadi yang pertama di Indonesia uji teknologi satelit untuk deteksi kebocoran pipa. Kolaborasi dengan UGM dan perusahaan Korea.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Iran menyebut pembicaraan dengan Oman terkait Selat Hormuz berlangsung konstruktif. Namun, jalur pelayaran belum dibuka kembali.
Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur BI. IHSG turun 0,69%, sementara rupiah menguat 0,79% ke Rp17.755 per dolar AS.
Belanja APBD Temanggung 2027 diproyeksikan Rp2,047 triliun dengan defisit Rp129,301 miliar. Pertanian dan pariwisata jadi fokus pembangunan.
Kemenko Polkam mewaspadai karhutla di enam provinsi saat El Nino. Pemerintah menyiapkan operasi udara dan darat untuk mencegah kebakaran meluas.