Wisatawan ke Kebun Teh Nglinggo Turun Drastis, Penyebabnya karena Ketakutan

Ketua Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro, menapaki jalan setapak yang dibuat dari kayu di kebun teh Nglinggo, Selasa (24/4 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
30 April 2018 20:17 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Nglinggo mengalami penurunan selama empat bulan belakangan. Hal tersebut terjadi karena wisatawan yang datang ke desa wisata terbaik se DIY tahun 2018 takut akan bencana alam yang terjadi.

Ketua Pengelola Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro mengungkapkan dari awal tahun hingga pertengahan April 2018, jumlah pengunjung di Desa Wisata yang berada di Desa Pagerharjo, Samigaluh itu terus mengalami penurunan. Adapun dari sekian banyak faktor, adanya bencana alam dan kabar tentang potensi bencana alam menjadi sebab terbesar terkait penurunan jumlah wisatawan.

"Wisatawan yang hendak berkunjung ke Nglinggo membatalkan rencana berkunjung saat ada kabar bencana atau potensi bencana, misalnya tentang tanah longsor dan lainnya," kata Teguh, Minggu (29/4/2018).

Hal tersebut menyebabkan jumlah kunjungan ke Nglinggo mengalami kemrosotan. Dari jumlah kunjungan tahun 2017 yang melebihi 80.000 orang, Nglinggo baru mencatat sebanyak 8.000 wisatawan berkunjung dari Januari ke Februari lalu.

"Dari bulan Januari hingga Februari 2018, angka kunjungan baru mencapai 8.261 orang, dan tiap Hari Minggu bisa mencapai Seribu, tetapi ketika ada kabar longsor paling 100 orang datang," kata Teguh.

Sementara salah seorang Pengunjung, Angger Striawan, 25 warga Seyegan, Sleman, mengaku dirinya berkunjung ke Desa Wisata Nglinggo karena penasaran dengan pemandangan lansekap di Nglinggo. Adapun ketika cuaca hujan, dirinya mengaku tidak akan ke desa wisata yang terkenal dengan wisata kebun tehnya itu.

"Kalau udah ke atas tapi jalan terputus atau cuaca buruk juga males kan mas, bagus pergi ke tempat lain," katanya.