Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto udara tim gabungan melakukan pembongkaran material untuk memudahkan pencarian korban bangunan mushalla ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025). ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY mengingatkan masyarakat jika hendak membangun bangunan berat dan kompleks, sebaiknya berkonsultasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya bangunan ambruk seperti di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan kejadian di Ponpes Al Khoziny merupakan peringatan bagi seluruh masyarakat dalam mendirikan bangunan. “Saya kira ini warning bagi semua, tidak hanya di daerah yang kemaren terjadi musibah, tapi di seluruh wilayah di indonesia,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Kejadian kemaren kebetulan terjadi pada ponpes, tapi hal serupa juga berpotensi terjadi di bangunan-bangunan yang lain. “Untuk mengantisipasi, sebaiknya ketika membangun berkonsultasilah dengan pihak yg memahami itu, misal Dinas PU [Pekerjaan Umum],” katanya.
Di Dinas PU setiap daerah menurutnya memberikan layanan konsultasi pendirian bangunan. “Kan ada konsultasi terkait bangunan, kalau misalnya lantai empat strukturnya seperti apa. Apalagi bangunan bertingkat tidak bisa sembarangan. Ada risiko-risiko, bentang balok dan sebagainya harus disesuaikan,” ungkapnya.
Pemilik bangunan juga mesti mendaftarkan bangunan tersebut untuk mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Jelas kalau itu, kalau kita minta IMB kita disuruh gambar desainnya seperti apa. Kalau itu digunakan untuk publik harus ada assessment dari dinas terkait untuk itu secara kelayakan struktur,” kata dia.
Pemda DIY tidak memiliki program khusus pengecekan bangunan di masyarakat. Namun ia memastikan ketika masyarakat membutuhkan konsultasi akan dilayani. Adapun untuk gedung pemerintahan dipastikan semuanya sudah melalui assessment.
“Kalau gedung pemerintah memang sudah ada pendampingan assessment, kita ada ACC. Harapannya semuanya, tidak hanya ponpes, kalau membangun dengan struktur agak berat sebaiknya berkoordinasi dan berkonsultasi,” paparnya.
Seperti diketahui, bangunan tiga lantai ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin (29/10/2025). Sedikitnya 53 santri yang tengah beraktivitas di bangunan tersebut tewas dan beberapa masih belum ditemukan. Ambruknya bangunan ponpes diduga karena struktur bangunan yang tidak mendukung untuk tiga lantai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Uni Eropa menawarkan satelit Copernicus untuk membantu pencarian korban gempa NTT M7,7 yang menewaskan 47 orang.
Prabowo paling sering menyebut kata Indonesia dalam pidato kenegaraan 2026, disusul rakyat, tahun, anak, sekolah, hingga BUMN.
Gempa 7,7 SR di Flores NTT menewaskan 38 orang. Pemerintah kirim 50.000 paket sembako dan kerahkan TNI untuk evakuasi korban.
Karhutla di TNBTS mulai terkendali. Api aktif sudah tidak ditemukan, tetapi petugas masih melakukan pendinginan untuk mencegah bara kembali menyala.