May Day di Gunungkidul Berjalan Kalem, Tanpa Demo dan Orasi

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Rabu, 02 Mei 2018 07:17 WIB
May Day di Gunungkidul Berjalan Kalem, Tanpa Demo dan Orasi

Ilustrasi aksi Hari Buruh (May Day)./JIBI-Harian Jogja

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Peringatan Hari Buruh (May Day) ke-132 tingkat DIY yang dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul, Selasa (1/5/2018) berjalan kalem. Pasalnya orasi dan demo yang identik dalam peringatan tersebut justru diganti dengan alunan musik dangdut serta kegiatan kegiatan lain seperti jalan sehat dan senam massal.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Gunungkidul Budiyono mengungkapkan, penyelenggaraan May Day untuk tahun ini memang dibuat berbeda. Sebab menurutnya hari buruh bukan waktu yang tepat untuk berorasi dan berdemo.

"Ini kan harinya para buruh, lebih baik dirayakan dengan yang santai dan senang-senang. Kan kemarin pas masuk seharian capek tuh kerja, jadi hari ini bisa sedikit enjoy," ujarnya kepada Harianjogja.com, Selasa (1/5/2018).

Budiyono mengatakan, ditiadakannya orasi dan demo sudah disepakati bersama dengan pemerintah kabupaten serta provinsi. "Sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa kita memakai tema itu, jadi tidak ada orasi bahkan demo," jelasnya.

Meski begitu Budiyono berharap makna penyelenggaraan May Day yang menuntut kesejahteraan pekerja atau buruh semakin meningkat tetap ada. “Sebenarnya makna May Day tetap bisa kami dapat meliputi kesejahteraan, jaminan kesehatan, dan jaminan ketenagakerjaan,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online