Ricuh Demo Buruh di UIN, Begini Kronologinya

Polisi menangkap salah seorang anggota massa aksi yang diduga terlibat pembakaran pos polisi pada demo hari buruh di pertigaan kampus UIN Sunan Kalijaga, Jogja, Selasa (5/1/2018). - Harian Jogja/Christoporus Sasongkoadji
01 Mei 2018 19:17 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Demonstrasi memperingati Hari Buruh Sedunia di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga, Caturtunggal, Depok berakhir dengan kericuhan. Akibatnya sejumlah aktivis ditangkap polisi.

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri yang turun langsung mengamankan aksi tersebut menyatakan ada beberapa aktivis yang ditangkap atas kericuhan itu. "[Aktivis] yang ditangkap beberapa dan bom molotov banyak tadi," kata dia Selasa (1/5/2015).

Aksi demo ratusan massa yang menamakan diri Gerakan 1 Mei sempat terjadi bentrok dengan sejumlah warga dan polisi. Masa juga sempat melakukan pelemparan bom molotov ke Pos Satuan Polisi Salu Lintas yang ada di pertigaan, sekitar pukul 15.50 WIB. Akibatnya situasi pun semakin memanas.

Kapolda menyayangkan aksi demo yang sebelumnya berjalan kondusif diwarnai kericuhan. Dia menyebut pemicunya adalah beberapa oknum aktivis yang sengaja melempar bom molotov ke pos polantas serta memblokir jalan.

"Kami sayangkan dari beberapa rekan mahasiswa entah dari kelompok mana, unjuk rasa isunya bukan terkait masalah buruh, tapi masalah lain-lain. Tidak jelas. Yang jelas elemen buruh dipusatkan di Malioboro tertib, kita fasilitasi. Tiba-tiba muncul kelompok mereka di sini, tidak ada pemberitahuan," kata dia.

Dofiri menjelaskan, warga masyarakat sempat menghalau aksi massa karena terganggu adanya bakar ban, blokir jalan, dan melempar pos polisi dengan bom molotov.

Sebelumnya, masa sempat melakukan orasi menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antara tuntutan yang disampaikan adalah turunkan harga BBM, perbaikan upah pekerja, cabut Perpres 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing, tolak pembangunan Bandara Kulonprogo, hingga menyinggung Sultan Ground dan Pakualaman Ground dan pencabutan nota kesepahaman perbantuan TNI ke Polri.

Sementara itu, salah seorang warga Sapen, Caturtunggal, Dwi yang sempat melihat aksi demonstrasi itu mengatakan aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak lama kemudian ada pembakaran pos polisi yang berlangsung dengan cepat. Pembakaran diawali dengan pelemparan botol ke arah pos tersebut.

"Tadi tahu-tahu sudah kebakar. Sempat ada suara ledakan tapi tak terlalu keras. Kemudian tahu-tahu pos polisinya sudah kebakar," kata Dwi.