Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Ilustrasi bayi./Okezone
Harianjogja.com, BANTUL-Keluarga W yang banyinya hilang dalam kandungan yang berusia sembilan bulan sudah sempat menggela upacara selamatan empat bulanan dan tujuh bulanan.
Kepala Pedukuhan tempat W tinggal Supartono mengatakan, warganya banyak yang menyaksikan bahwa W benar-benar hamil saat keluarga W menggelar selamatan empat bulanan dan selamatan tujuh bulanan atau mitoni. Perut W saat itu juga terlihat membuncit tanda sedang hamil.
"Hasil USGnya juga ada, ibunya [ibu dari W] juga bilang anaknya akan melahirkan 25 April," kata Supartono, Selasa (8/5/2018).
Namun sejak 2 Mei lalu, warga mulai banyak yang membicarakan bahwa bayi W hilang.
Sejak saat itu rumah W banyak didatangi warga yang penasaran hingga W sempat shock dan enggan berkomunikasi dengan banyak orang yang menemuinya. "Sekarang kondisinya sudah membaik," kata Supartono. Ia yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari rumah W juga tidak paham dengan kejadian misterius tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.