Anggota Komisi D DPRD DIY Nurjannah (dua dari kiri) saat memberikan pemaparan dalam bedah buku berjudul Bisnis Usaha Menengah./Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY kembali menggelar acara bedah buku pada Jumat (11/5/2018). Kali ini buku yang dibedah berjudul Bisnis Usaha Kecil Menengah. Tema disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Kampung Tukangan, Tegalpanggung, Danurejan, Kota Jogja, yang banyak berkecimpung di dunia usaha mikro dan kecil.
Bedah Buku Bisnis Usaha Kecil Menengah, (akuntasi, kewirausahaan dan manajemen pemasaran) dilaksanakan di Balai Serbaguna Ledok Kampung Tukangan. Acara dihadiri puluhan ibu-ibu, yang mayoritas di antaranya merupakan pelaku usaha mikro dan kecil.
Anggota Komisi D DPRD DIY Nurjannah, yang merupakan salah satu pemateri mengatakan, bedah buku ini sangat penting dilakukan, sebab buku berjudul Bisnis Usaha Kecil Menengah mengandung banyak gagasan yang bisa membantu masyarakat mengembangkan usahanya.
"Tentunya setelah bedah buku, wawasan mereka akan bertambah. Dalam buku ada tentang manajemen, cara mengembangkan usaha dan pemanfaatan teknologi. Bisnis tidak akan berkembang jika manajemennya buruk. Buku ini berisi cara-cara mengatasi kesulitan dalam berusaha," ujarnya di sela-sela acara.
Nurjannah menambahkan, agar semakin efektif, upaya pengembangan usaha mikro dan kecil di Tukangan tidak berhenti hanya pada bedah buku. Kegiatan bedah buku mestinya diikuti dengan pelatihan, baik dalam produksi, promosi hingga pengemasan.
Sekretaris BPAD DIY Ida Pratiwi menjelaskan bedah buku di Tukangan merupakan bedah buku edisi ke-13. Total selama 2018, BPAD akan mengadakan bedah buku sebanyak 48 kali.
Dalam setiap penyelenggaraan bedah buku, sambungnya, BPAD DIY selalu menyesuaikan tema dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Jika bedah buku diselenggarakan di komunitas yang warganya merupakan mayoritas petani, maka buku yang dibedah berkaitan dengan pertanian. "Misalnya di Samigaluh, ya bukunya tentang budi daya buah naga."
Menurut Ida, salah satu tujuan bedah buku adalah meningkatkan minat baca masyarakat. "Harapannya masyarakat jangan hanya baca [pesan] WhatsApp aja. Kami sudah menyumbangkan 300 judul buku, masing-masing dua eksemplar, pada 438 kelurahan/desa di DIY. Harapannya itu dimanfaatkan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.