Petani mengamati keindahan Gunung Merapi dari areal persawahan di Wukirsari, Sleman, Selasa (22/5/2018). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Barak pengungsian Gunung Merapi masih diaktifkan saat ini. Meskipun pengungsi yang tersisa hanya ada di Glagahrejo dan Turgo serta Gunung Merapi masih pada status waspada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menganggap perbaikan jalur evakuasi bencana harus tetap diperbaiki dalam waktu dekat.
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan jalur evakuasi menuju Desa Glagah Harjo masih dalam proses pembangunan. Perbaikan tersebut dilakukan untuk meminimalisir korban yang tidak terdampak langsung oleh Gunung Merapi.
"Sudah koordinasi juga dengan BPBD Sleman untuk menambah lampu-lampu penerangan dan rambu sederhana di jalur evakuasi," kata Biwara saat ditemui di kantornya, Rabu (23/5/2018).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Aris Widodo mengatakan berdasarkan pengamatan di lapangan memang ada beberapa jalur evakiasi mengalami kerusakan. Selain di daerah Umbulharjo, Cangkringan yang mulai ditandai, jalur menuju Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul dan Srunen yang sering dilewati truk pasir juga terdapat kerusakan.
"Kerusakannya berupa infrastruktur atau jalan yang berlubang. Ya yang padah di Kalitengah dan Srunen soalnya sering dibuat lewat truk pasir dengan tonasi tinggi," kata Aris.
Aris mengatakan memang usulan perbaikan jalan sudah disampaikan ke pemangku kebijakan dan akan ditindaklanjuti dengan cepat. Namun memang dibutuhkan koordinasi lintas kabupaten untuk proses perbaikan jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.