Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Bantul Suharsono saat menunjukan merek Beras Asli Bantul di kawasan Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Rabu (2/5/2018). /Harian Jogja, David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul berkomitmen untuk membantu promosi keberadaan Beras Asli Bantul. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengikuti pameran yang dilaksanakan Kementerian Perindustrian yang berlangsung mulai Selasa (22/5/2018) hingga Jumat (25/5/2018).
Kepala DP2KP Bantul Pulung Haryadi mengatakan tujuan ikut pameran untuk mengenalkan produksi beras asli milik warga Bantul. Menurut dia, dengan promosi ini dapat membantu pemasaran Beras Asli Bantul yang diluncurkan bupati sejak awal Mei lalu. “Kami ingin perkenalkan Bantul memiliki beras sendiri dan kualitasnya tidak kalah dengan produk dari daerah lain,” katanya, Rabu (23/5/2018).
Pulung menjelaskan Beras Asli Bantul yang diproduksi memilik kualitas yang unggul. Hal ini tidak lepas dari harga jual yang dipatok oleh gabungan petani. Untuk beras dengan kualitas super dipasarkan Rp12.800 per kilogram. Sedang untuk kualitas yang premium dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram. Salah satu pertimbangan memproduksi beras sendiri karena produksi padi yang surplus setiap tahun mencapai 23.000 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
ESDM menyatakan Indonesia masih bertahan dalam survival mode menghadapi gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.