Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Ketua Badan Seleksi Caleg Partai Gerindra Danang Wahyubroto (tengah) bersama para pengurus DPD Gerindra saat jumpa pers pembukaan pendaftan bakal calon anggota legislatif di Kantor DPD Gerindra DIY, Minggu (27/5/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Ketua DPD Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) DIY Donny Ardana mengatakan, Satria DIY akan mengawal proses pencalegan dari para Bacaleg Gerindra. Apalagi untuk proses pencalegan di internal partai, Satria akan menagih porsi pencalegan untuk kader Satria.
"Bersamaan dengan HUT Satria Gerindra di ke 10 pada 30 Mei ini, kami sayap partai paling tua dan paling independen akan mengawal proses pencalegan," katanya, Minggu (27/5/2018).
DPD Satria DIY akan mengawal proses pencalegan mulai dari proses penetapan daftar calon sementara (DCS) hingga saat penetapan daftar calon tetap (DCT) di pusat. Selama ini, kader-kader Satria disiapkan untuk ikut berjuang mambangun partai. Mereka juga siap jika maju menjadi caleg.
"Siapapun yang maju jadi caleg, kami akan perjuangkan. Kami terus melakukan konsolidasi diinternal karena Satria termasuk sayap Gerindra yang paling tua," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.