Awas, Gelombang Pantai Selatan Gunungkidul Meninggi

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Selasa, 29 Mei 2018 12:20 WIB
Awas, Gelombang Pantai Selatan Gunungkidul Meninggi

Ilustrasi Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, DIY./Bisnis Indonesia-Rachman

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pantai di kawasan selatan Gunungkidul mengalami kenaikan gelombang beberapa waktu terakhir ini. Akibatnya, nelayan tidak bisa melaut, bahkan ada tiga kapal nelayan mengalami kerusakan.

Ketua nelayan Pantai Baron, Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul Sumardi, mengatakan sudah beberapa hari ini nelayan tidak melaut. “Sudah sekitar tiga hari ini nelayan tidak melaut karena gelombang sedang tinggi,” ucapnya, Selasa (29/5/2018).

Dia mengatakan belum mengetahui sampai kapan gelombang tinggi itu akan berlangsung, namun Sumardi mengatakan beberapa kapal terpaksa dinaikkan, karena dikhawatirkan kapal rusak akibat hantaman gelombang.

Sarmidi mengatakan beberapa nelayan yang tidak melaut biasanya memilih untuk bertani, atau jika wisatawan ramai terkadang berdagang.

“Kalau puasa sepi seperti ini, ya lebih ke bertani para nelayan,” ucapnya.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY, Djoko Budiyono membenarkan adanya kenaikan gelombang di kawasan selatan. “Dalam seminggu kedepan dimungkinkan memang cukup tinggi berkisar 2-3,5 meter. Sehingga memang masih perlu kewaspadaan dari para nelayan dan masyarakat di pesisir selatan,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil pantauan BMKG stasiun klimatologi DIY terlihat angin di selatan DIY bergerak dari arah timur-tenggara. Kecepatan angin timuran ini mencapai kecepatan 10-20 knot (18-37 km per jam). Dampak angin yg cukup besar ini memicu tinggi gelombang menjadi signifikan.

“Oleh sebab itulah diprediksi dalam seminggu ini tinggi gelombang masih cukup significant sehingga diharapkan masyarakat khususnya nelayan untuk selalu menjaga kewaspadaanya dan berhati-hati. Informasi BMKG untuk tinggi gelombang berlaku paling lama seminggu. Nanti setiap hari akan diupdate untuk seminggu yg akan datang,” ucapnya.

Sekretaris Satlinmas Korwil II, Surisdiyanto mengatakan memang ada kenaikan gelombang. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya menyiapkan semua personel SAR Satlinmas sebanyak 57 orang.
“Kami menyiapkan seluruh personel sebanyak 57 personel untuk siaga ditempat-tempat yang rawan akan kecelakaan laut. Kami imbau untuk wisatawan berhati-hati,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online