Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Sejumlah truk pengangkut air bersih mulai bertolak dari kantor BPBD Gunungkidul menuju wilayah kekeringan untuk lakukan dropping air bersih, Wonosari, Senin (4/6/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengedropan air bersih mulai dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Hal ini menyusul musim kemarau yang mulai timbulkan kekeringan di Bumi Handayani.
"Mulai hari ini kami melalui BPBD Gunungkidul [memulai] menyalurkan bantuan air bersih ke enam titik yang ada di lima kecamatan yakni Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, dan Girisubo," kata Bupati Gunungkidul Badingah dalam pelepasan bantuan dropping air bersih di halaman Kantor BPBD Gunungkidul, Senin, (4/6/2018).
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, ada sembilan kecamatan yang menjadi sasaran pengedropan. Selain lima kecamatan yang disasar pada Senin, masih ada empat kecamatan lain yang akan menerima bantuan, yakni Panggang, Gedangsari, Ngawen dan Purwosari.
Keseluruhan kecamatan yang menjadi sasaran dropping air itu dipilih dengan alasan tingginya tingkat kerawanan kekeringan. "Namun untuk wilayah lain yang tidak terdata tetap kami pantau, sebab mengingat ini [dropping air] untuk kepentingan bersama," ujar Badingah.
Dia menjelaskan pengedropan air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD, melainkan juga oleh beberapa kecamatan yang memiliki tangki air mandiri. “Kecamatan sudah mengedrop air bersih terlebih dahulu,” kata dia.
Adapun seluruh perangkat dropping hingga anggaran sudah disiapkan Pemkab Gunungkidul. Anggaran pengedropan air diakuinya mencapai Rp638 juta selama musim kemarau. "Nantinya jika kemarau yang akibatkan kekeringan beelangsung lebih lana dan anggaran sudah habis, pemkab akan menambah anggaran," kata Bupati.
Dia mengaku sekitar 30% wilayah Gunungkidul belum teraliri air, baik melalui PDAM maupun SPAMDes. Hal ini karena letak geografis yang ada diperbukitan jauh dari sumber air. "Kami akan optimalkan sumber air, seperti di Baron yang debitnya mencapai 1.000 liter per detik, saat ini baru 100 liter per detik. Memang untuk anggaran tidak bisa dari Pemkab Gunungkidul saja, harus ada kerja sama dengan Pusat," ucap dia.
Karena itu Badingah membuka kesempatan bagi pihak ke tiga di luar pemerintah untuk ikut serta membantu dropping air. "Bagi rekan-rekan swasta seperti perusahaan yang mau membantu melalu program CSR (corporate social responsibility) sangat dipersilahkan, mari berkoordinasi bersama.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!
AFC menjatuhkan sanksi dua laga dan denda kepada pemain Qatar U-17 usai melakukan kekerasan terhadap pemain Indonesia.
Agnez Mo memastikan musik baru rilis tahun ini dengan sentuhan perkusi Indonesia setelah vakum album studio sejak 2017.
Vin Diesel mengumumkan empat serial Fast & Furious sedang dikembangkan Peacock. Satu proyek bahkan sudah masuk tahap produksi.
Jadwal AVC Men’s Champions League 2026 hari ini menghadirkan duel Jakarta Bhayangkara Presisi vs Zhaiyk VC di Pontianak.