Kemarau, Ratusan Telaga di Gunungkidul Mengering
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Ilustrasi beras Bulog./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Perdagangan Bantul mengklaim beras impor belum sampai ke pasaran. Surplus padi di wilayah Bantul menjadi salah satu penyebab beras dari luar negeri belum dijual di pasar lokal.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengatakan panen padi di Bantul mengalami surplus sebanyak 29.000 ton. Menurut dia, dengan jumlah ini kebutuhan beras masih mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Dampak dari surplus beras ini, kuota beras impor di Bulog masih disimpan dan belum disebar ke pasar.
“Tempat kami surplus, jadi beras impor di Bulog masih disimpan. Nanti kalau pasokan kurang, beras impor bisa dikeluarkan untuk menstabilkan harga beras di pasaran,” katanya kepada wartawan, Senin (4/6/2018).
Subiyanta menjelaskan belum ada beras impor di pasar lokal berdasarkan hasil pemantauan di tiga pasar induk di Bantul, yakni Pasar Bantul, Imogiri dan Niten di Jalan Bantul. “Tidak ada beras impor, bahkan ada yang surplus stok. Salah satunya pedagang memiliki stok hingga 200 ton,” kata dia.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi mengakui hasil panen padi di Bantul sangat baik. kondisi ini tidak lepas dari faktor cuaca yang mendukung untuk sektor pertanian. “Cuaca baik dan hasilnya pun ikut baik,” katanya.
Menurut dia, hasil dari pengubinan yang dilakukan petugas, satu hektare sawah bisa menghasilkan gabah 7,7 ton. “Panennya baik dan untuk gabah kering dihargai Rp4.000 per kilogram,” ucapnya.
Menurut dia, untuk melindungi petani padi, Pemkab sudah meluncurkan beras lokal bermerek Beras Asli Bantul. Diharapkan program ini tidak hanya menyejahterakan petani, tetapi juga sebagai menangkal beras impor dari luar negeri. “Kami juga membantu dalam pemasaran dengan mengenalkan produk Beras Asli Bantul,” katanya.
Pulung menambahkan untuk produksi Beras Asli Bantul ditangani oleh asosiasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bantul. Seluruh gapoktan diperbolehkan menyumplai gabah sebagai bahan produksi Beras Asli Bantul. “Seluruh gapoktan bisa memasok, tapi untuk produksi harus ada standardisasi untuk menjaga kualitas beras yang dihasilkan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.