Sejumlah petugas membenahi dan merawat rel kereta api di salah satu titik rel di Dusun Bantar, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, beberapa waktu lalu. Titik tersebut merupakan salah satu perlintasan sebidang tak berpalang pintu dan tak berpenjaga di Kulonprogo. Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, KULONPROGO—Selama arus mudik dan balik Lebaran 2018, volume kendaraan yang melintas di Kulonprogo diprediksi meningkat hingga 10%. Peningkatan tersebut terjadi karena masa libur Idulfitri 2018 yang cukup panjang.
Kepala Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Hera Suwanto, mengungkapkan kendaraan yang melintas akan didominasi kendaraan keluarga. Ia menyebutkan, ada sejumlah titik rawan kemacetan dan penumpukan kendaraan, antara lain di simpang tiga Congot sampai Glaheng, Sindutan. "Polres Kulonprogo akan membantu dengan mendirikan pos pantau dan pos jaga di objek wisata dan jalur rawan, serta ada petugas yang berkeliling mengurai kemacetan," kata Hera, Senin (4/6/2018).
Dishub menyadari kondisi sarana dan prasarana angkutan dan lalu lintas di Kulonprogo belum optimal. Oleh karena itu pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2018, Dishub bersama Forum Lalu Lintas melakukan rekayasa lalu lintas disertai pemasangan sejumlah rambu dan markah di beberapa titik. Dishub juga memasang banner peringatan di delapan titik perlintasan sebidang kereta api tak berpenjaga dan tak berpalang pintu.
Hera menyebutkan, di simpang tiga Milir nantinya akan dipasang rambu ke kiri jalan terus diperuntukkan bagi kendaraan dari arah timur menuju tugu Nyi Ageng Serang. Rambu kiri jalan terus juga akan dipasang di simpang tiga Ngeplang, Sentolo, khususnya bagi pengendara yang akan naik jembatan layang menuju Nanggulan. Di titik yang sama, Dishub juga akan memasang banner keterangan jalur alternatif.
Banner keterangan jalur alternatif akan dipasang salah satunya di simpang tiga Toyan menuju Bantul, via Bendungan, Nagung kemudian Brosot. Begitu juga dengan jalur menuju Bantul via Brosot melewati simpang Tugu Pensil, Sentolo, akan dipasang keterangan banner jalur alternatif. "Bagi pengendara yang melewati Ngeplang, Sentolo, kami juga memasang banner jalur alternatif juga menuju Magelang, sekaligus petunjuk arah ke rest area bagi pemudik untuk melepas lelah," katanya.
Selain rekayasa lalu-lintas di jalur jalan, Dishub juga melakukan pantauan rambu di kawasan wisata untuk mencegah kepadatan dan penumpukan kendaraan di jalur wisata. Dishub juga menempatkan petugas di sejumlah pasar yang kerap terjadi pasar tumpah, misalnya Pasar Bendungan, Pasar Sentolo dan Pasar Wates.
Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution, mengungkapkan untuk membantu arus mudik-balik di jalur pintu masuk ke Kulonprogo, Polres mengoptimalkan penjagaan dan pengamanan di pos terpadu bekerja sama dengan Kodim 0731 Kulonprogo, Dishub Kulonprogo, Polres Purworejo, Jawa Tengah, dan Senkom. Selain itu, polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas, di antaranya membelokkan arus di jalur selatan Kulonprogo agar kendaraan melintas menuju jalan utama (Jalan Nasional III), menyiapkan jalur alternatif mulai dari tengah, utara dan selatan. Polisi juga memasang markah jalan di sejumlah titik untuk memudahkan pengendara berlalu-lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: