Warga Bantul Berharap Kuota Premium Ditambah

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 05 Juni 2018 15:10 WIB
Warga Bantul Berharap Kuota Premium Ditambah

SPBU Pertamina. Ilustrasi/Solopos-Nicolous Irawan

Harianjogja.com, BANTUL --Warga Bantul antusias menyambut rencana pemerintah menambah pasokan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Diharapkan dengan penambahan ini tidak ada lagi kelangkaan di pasaran.

Salah seorang warga di Desa Timbulharjo, Sewon, Sunardi mengaku sudah mengetahui informasi ini. “Saya dapat informasi dari berita di Internet,” katanya, Selasa (5/6/2018).

Sunardi menjelaskan sebelum ada informasi penambahan kuota, warga kesulitan mendapatkan BBM premium karena tidak semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyediakan. “Kalau pun ada premium, barangnya cepat habis,” ucapnya.

Dia berharap dengan penambahan kuota ketersediaan pasokan terjamin dan tidak ada kelangkaan. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan, apalagi harga premium juga lebih murah ketimbang BBM jenis yang lain,” katanya lagi.

Sementara itu, salah satu pegawai SPBU di Jalan Parangtritis Dwi Riyadi membenarkan informasi penambahan kuota premium.
Menurut dia, selama ini kuota premium dikurangi. Sebelum ada kebijakan itu, setiap hari mendapatkan pengiriman jatah premium. Namun, setelah ada pengurangan, kuota secara bertahap dikurangi karena pengiriman dilakukan tiga hari sekali.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengatakan pihaknya akan konfirmasi ke Pertamina untuk memastikan berapa jumlah tambahan kuota premium yang akan diberikan ke Bantul.
 
Penambahan kuota premium di wilayah Jawa, Madura dan Bali tertuang dalam Peraturan Presiden No.43/2018 tentang Perubahan Perpres No.191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual BBM. Di dalam aturan terbaru, sedikitnya 20.90 SPBU akan menyalurkan premium.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online