Lebaran 2018, Tenaga Kesehatan Dinkes Kulonprogo Siaga 24 Jam

Uli Febriarni
Uli Febriarni Selasa, 05 Juni 2018 21:15 WIB
Lebaran 2018, Tenaga Kesehatan Dinkes Kulonprogo Siaga 24 Jam

Ilustrasi pelayanan kesehatan/JIBI

Harianjogja.com, KULONPROGODinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan belasan puskesmas dan rumah sakit yang berada di sepanjang jalur mudik-balik Idulfitri 2018, untuk siaga selama 24 jam. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan dan pengendalian faktor risiko bidang kesehatan di masa Idulfitri.

Kepala Dinkes Kulonprogo, Bambang Haryatno, mengungkapkan puskesmas maupun rumah sakit tersebut siaga 24 jam mulai Jumat (8/6/2018) sampai Sabtu (23/6/2018), termasuk pelayanan unit gawat darurat di rumah sakit untuk mengantisipasi rujukan kecelakaan dan gangguan kesehatan. Selain itu, Dinkes sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), PMI, kepolisian dan berbagai pihak terkait untuk mendirikan Posko Kesehatan di Terminal Wates.

Bambang menyebutkan, puskesmas yang siaga 24 jam selama arus mudik-balik 2018 itu antara lain Puskesmas Temon I, Puskesmas Panjatan I, Panjatan II, Puskesmas Galur II, Puskesmas Sentolo I, Puskesmas Sentolo II, Puskesmas Samigaluh I, Puskesmas Girimulyo II, Puskesmas Temon II, dan Puskesmas Wates. Petugas medis di Puskesmas yang tidak berjaga di Puskesmas 24 jam, akan ditugaskan untuk ikut dalam tim Posko Idulfitri 2018. "Kami juga meminta delapan rumah sakit baik pemerintah maupun swasta untuk siaga 24 jam," kata dia, Selasa (5/6/2018).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dinkes juga mendata dan mempersiapkan pelayanan bagi ibu-ibu hamil yang memasuki HPL pada masa Lebaran agar mereka tetap mendapatkan pelayanan kesehatan optimal mulai dari H-7 hingga H+7 Idulfitri 2018. Hal itu diupayakan untuk menghindari adanya ibu hamil tak tertangani. "Nama bidan yang bertanggung jawab terhadap ibu hamil kami data [per nama per alamat]. Kalau ada kebutuhan bantuan dan antisipasi, kami minta mereka siap, kalau memang berisiko tinggi baru ke rumah sakit," kata Bambang.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kulonprogo, Suhartini, menyebutkan dari data yang dimiliki 19 puskesmas di Kulonprogo, tercatat ada 167 ibu hamil di Kulonprogo, yang memerlukan penanganan kelahiran, mulai H-10 hingga H+10 Idulfitri 2018.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online