Jadwal KA Bandara YIA Xpress Hari Ini Selasa 19 Mei 2026
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Sejumlah rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi berkumpul di UNY melakukan orasi kebangsaan dengan tema pancasila, di Halaman Rektorat UNY, Rabu (6/6/2018). /Istimewa- Humas UNY
Harianjogja.com, SLEMAN – Sejumlah Rektor bersama guru besar dan tokoh bangsa berkumpul menyuarakan upaya membumikan pancasila dalam acara Festival Pancasila di Halaman Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rabu (6/6/2018). Semangat membumikan dan mengamalkan nilai pancasila didorong untuk terus dilakukan dalam menangkal berbagai ancaman bangsa, salah satunya radikalisme.
Selain dari UNY, sejumlah rektor yang hadir dalam orasi kebangsaan itu antara lain Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Yudian Wahyudi, Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Henry Feriadi, Rektor UPN Veterang Prof. Sari Bahagiarti, Rektor Univesitas Sanat Dharma (USD) Johanes Eka Priyatma, Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Pardimin dan Rektor UGM Profesor Panut Mulyono serta Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi.
Sejumlah guru besar yang turut dalam orasi tersebut adalah mantan Dirjen Didkdasmen Prof. Suyanto, tokoh senior Pusat Studi Pancasila UGM, Prof. Sutaryo, Guru Besar UNY Prof. Suminto A. Sayuti dan guru bangsa Prof. Buya Syafii Ma’arif. Kehadiran para punggawa kampus terkemuka di Jogja itu untuk mengobarkan kembali semangat menghayati dan mengamalkan pancasila, mereka secara bergantian melakukan orasi kebangsaan.
Dalam kesempatan itu Buya Syafii Maarif mengingatkan soal kondisi bangsa Indonesia yang sangat plural dengan berbagai keanekaragaman dan perbedaan latar belakang masyarakat. Akantetapi, Indonesia memiliki pancasila yang dapat mempersatukan perbedaan tersebut.
“Kita [bangsa Indonesia] sudah memiliki pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, semua itu menjadi konstitusi sepanjang zaman,” ungkapnya dalam orasinya, Rabu (6/6) sore.
Buya kembali mengingat soal Pasal 33 UUD 1945, bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai Negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat. Di Indonesia ada 150 konglomerat dengan kekayaan mencapai 3.000 dolar yang melebihi jumlah APBN.
Meski setelah 20 tahun reformasi sudah banyak kemajuan namun pasal 33 itu belum sepenuhnya terwujud sehingga masih harus terus diperjuangkan. Buya tidak menampik bahwa kesenjangan sosial dapat memunculkan radikalisme. “Kita masih ada ancaman liberalism, kapitalisme, terorisme dan ancaman lain yang kita tidak bisa memperkirakannya,” tegas dia.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latief menegaskan, pancasila jika diperas bisa menjadi pedoman bagi apa saja yang dijalankan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu ada kandungan jiwa yang luas di dalamnya, sehingga pancasila dapat menampung segala bentuk perbedaan.
“Seperti samudera yang dapat menampung apa saja. Jiwa yang lebar adalah jiwa yang mau berbagi, semangat bersatu, jiwa gotong royong,” ungkapnya.
Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa selaku tuan rumah mengatakan, kehadiran para rektor dan tokoh bangsa dalam kegiatan itu dengan tujuan untuk membumikan pancasila. Pesan para orator sangat beragam dan semua memberikan semangat untuk meneguhkan pancasila. Apalagi akhir-akhir, bangsa Indonesia sedang dirundung radikalisme.
“Marilah paham-paham [radikalisme] itu kita lawan bersama, dengan pancasila sebagai ideology Negara dan dasar Negara kita. Pancasila harus kita
pertahankan dan diamalkan serta dibumikan di Indonesia tercinta,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.