Kapolda Sebut DIY Sering Jadi Ajang Ujicoba Pemilu 2019

I Ketut Sawitra Mustika
I Ketut Sawitra Mustika Sabtu, 16 Juni 2018 13:17 WIB
Kapolda Sebut DIY Sering Jadi Ajang Ujicoba Pemilu 2019

Kapolda DIY Brigjen Pol. Ahmad Dofiri saat memberikan Khotbah Salat Idul Fitri di Alun-Alun Utara, Jumat (15/6/2018). /Harian Jogja- I Ketut Sawitra Mustika

Harianjogja.com, JOGJA--Kapolda DIY Brigjen Pol. Ahmad Dofiri mengatakan, bangsa Indonesia akan kembali diuji dengan gelaran pesta demokrasi berupa Pilkada Serentak yang dilaksanakan 27 Juni mendatang dan pemilu 2019.

Meskipun di DIY saat ini tidak ada daerah yang melaksanakan agenda Pilkada, tetapi dampak dan aromanya, yang mengarah pada nuansa Pemilu 2019 sudah begitu kentara. Dofiri menyatakan, DIY nampaknya begitu seksi dan diminati banyak pihak untuk ajang uji coba ke arah Pemilu 2019.

Hal itu, sambungnya, terlihat dari berbagai kegiatan, baik berupa diskusi, ceramah, tablig akbar, pengerahan aksi massa, bahkan sampai pembagian takjil menjelang buka puasa. Menurutnya, berbagai alasan dikemukakan, termasuk permohonan izin dan pemberitahuan kepada aparat berwenang dengan dalih membawa kepentingan umat dan kebaikan.

"Padahal fakta di dalamnya justru memantik pada posisi yang saling berhadap-hadapan. Satu kelompok mengundang, sementara sekelompok yang lain menentang, yang apabila tidak dikelola baik, ujung-ujungnya akan berakhir pada bentrokan. Nalar dan akal sehat terkadang tergadaikan hanya untuk kepentingan sesaat kelompoknya," ujar Dofiri saat memberi khotbah Salat Idulfitri di Alun-Alun Utara, Jumat (15/6/2018).

Terlebih lagi di era digital ini, lanjut Dofiri, isu dan ajakan begitu banyak berseliweran melalui media sosial. Hoaks dan ujaran kebencian menjadi menu santapan setiap hari. Begitu banyak peristiwa memilukan terjadi karena hoaks yang tidak dicerna dengan baik, padahal Al-Qur\'an sudah mengingatkan hal semacam itu.

Apabila masing-masing pihak memaksakan kehendak tanpa memperhatikan kepentingan yang lebih besar, Dofiri khawatir itu akan menjadi sesuatu yang berbahaya, apalagi jika kepentingan tersebut sudah merambah pada ranah politik, yang tentunya akan berakibat pada dampak yang lebih luas.

"Oleh karenanya, kembalilah pada nilai-nilai ajaran agama, karena Islam mengajarkan apa yang boleh dan tidak, termasuk dalam berpolitik. Karena sejatinya Islam itu agama perdamaian, maka berpolitik pun harus dilakukan dengan cara-cara damai," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online