Sindrom Pasca Haji: Psikolog Ungkap Penyebab dan Gejalanya
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Ilustrasi ibu hamil
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat ada sekitar 129 ibu hamil yang hari perkiraan lahir (HPL) jatuh pada masa libur Lebaran. Dinkes sudah menyiapkan diri untuk kelancaran proses persalinan.
Kepala Dinkes Jogja Fita Yulia Kisworini menjelaskan ke-129 ibu hamil itu HPL terjadi antara H-7 hingga H+7 Lebaran ini. Dinkes berkoordinasi dengan kader di lapangan maupun rumah sakit dan bidan terdekat agar proses kelahiran ibu hamil berjalan lancar.
"Ini untuk mengantisipasi karena dari 129 ibu hamil itu 44 orang di antaranya memiliki resiko tinggi,” ujarnya, pekan lalu.
Beberapa risiko tinggi yang dimaksud Fita, ada beberapa ibu hamil yang mengidap penyakit tertentu. Selain itu beberapa ibu hamil yang akan melahirkan jarak persalinannya terlalu dekat dengan persalinan sebelumnya.
"Kami berkoordinasi dengan perangkat dan kader untuk terus melakukan monitoring. Termasuk dengan RS maupun bidan untuk tempat bersalin. Ini dilakukan agar semuanya bersiap," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Psikolog jelaskan sindrom pasca haji yang membuat jamaah merasa rindu dan sulit beradaptasi setelah pulang dari Tanah Suci.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.