Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi ibu hamil
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat ada sekitar 129 ibu hamil yang hari perkiraan lahir (HPL) jatuh pada masa libur Lebaran. Dinkes sudah menyiapkan diri untuk kelancaran proses persalinan.
Kepala Dinkes Jogja Fita Yulia Kisworini menjelaskan ke-129 ibu hamil itu HPL terjadi antara H-7 hingga H+7 Lebaran ini. Dinkes berkoordinasi dengan kader di lapangan maupun rumah sakit dan bidan terdekat agar proses kelahiran ibu hamil berjalan lancar.
"Ini untuk mengantisipasi karena dari 129 ibu hamil itu 44 orang di antaranya memiliki resiko tinggi,” ujarnya, pekan lalu.
Beberapa risiko tinggi yang dimaksud Fita, ada beberapa ibu hamil yang mengidap penyakit tertentu. Selain itu beberapa ibu hamil yang akan melahirkan jarak persalinannya terlalu dekat dengan persalinan sebelumnya.
"Kami berkoordinasi dengan perangkat dan kader untuk terus melakukan monitoring. Termasuk dengan RS maupun bidan untuk tempat bersalin. Ini dilakukan agar semuanya bersiap," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.