Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, BANTUL--PDAM Bantul menjamin ketersediaan pasokan air selama musim kemarau. Untuk memastikan pasokan, perusahaan pelat merah ini siap mengoptimalkan mesin pompa yang dimiliki.
Direktur PDAM Bantul Yudi Indarto mengatakan kebutuhan air di musim kemarau akan meningkat. Meski demikian, para pelanggan tidak perlu khawatir karena pasokan air yang dimiliki masih mencukupi.
Menurut dia, hingga saat ini produksi air mencapai 467 liter per detik. Dikatakan Yudi, dengan kapasitas produksi tersebut, ketersediaan air untuk pelanggan tidak ada masalah.
“Untuk saat ini pelanggan 28.500 orang, jika ditambah 15.000 pelanggan lagi kapasitas produksinya tetap aman. Jadi, selama musim kemarau pelanggan tidak perlu khawatir,” katanya kepada wartawan, Selasa (19/6/2018).
Menurut dia, untuk menjamin ketersediaan pasokan, selain pemeliharaan rutin terhadap instalasi jaringan dan mesin pompa, PDAM juga akan mengoptimalkan mesin pompa yang dimiliki.
Biasanya, kata Yudi, pada saat musim penghujan, mesin pompa hanya beroperasi selama 18 jam. Namun pada saat kemarau akan dioperasikan selama 24 jam nonsetop. “Kami optimalkan sehingga pasokan ke pelanggan tetap lancar,” katanya.
Yudi mengatakan PDAM akan terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga pelanggan bisa menikmati apa yang menjadi haknya. “Selain kualitas, kami juga terus berusaha memperluas jangkauan pelayanan sehingga masyarakat dapat mendapatkan pelayanan air bersih dengan baik,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan musim kemarau di tahun ini menyiapkan anggaran Rp75 juta untuk bantuan penyaluran air bersih ke masyarakat. Menurut dia, dari 17 kecamatan yang ada, tujuh kecamatan masuk wilayah rawan. Keenam kecamatan tersebut meliputi Piyungan, Dlingo, Imogiri, Pleret, Pajangan, Pundong dan sebagian Pandak.
“Untuk permintaan bantuan air bersih harus melalui surat resmi dari desa. Adapun proses penyaluran akan dilakukan secepatnya setelah permohonan masuk,” katanya.
Menurut dia, untuk penanganan kekeringan BPBD tidak bekerja sendirian karena juga melibatkan berbagai instansi dan sukarelawan mulai dari tagana, Dinas Sosial hingga instansi lain. “Yang jelas sudah kami persiapkan dan sewaktu-waktu butuh bantuan siap diberikan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
BMKG menyebut sebagian wilayah Jateng mulai masuk fase transisi musim setelah puncak kemarau, meski sejumlah daerah masih berstatus Awas.
SpaceX mendapat izin FCC untuk Starlink Mobile. Layanan Direct to Cell disiapkan mendukung roaming global dan ekspansi ke berbagai negara.
Simak cara konsultasi psikolog menggunakan BPJS Kesehatan mulai dari cek kepesertaan, datang ke FKTP, pemeriksaan hingga prosedur rujukan.
Gianni Infantino mengusulkan konsultasi dengan 211 asosiasi anggota dan evaluasi independen tata kelola FIFA setelah kontroversi FIFA Forward Enterprise.
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.