Sopir Ngantuk Dominasi Penyebab Kecelakaan

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Kamis, 21 Juni 2018 16:00 WIB
Sopir Ngantuk Dominasi Penyebab Kecelakaan

Seorang warga melihat mobil ringsek yang diparkir di Taman Denggung, Sleman, Rabu (20/6/2018). Sedikitnya ada tujuh mobil yang ringsek lantaran terlibat tabrakan beruntun di simpang empat Denggung, Sleman, Rabu dini hari./Harian Jogja-Irwan A. Syambudi

Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya terjadi tujuh kecelakaan selama Polres Sleman menggelar Operasi Ketupat Progo 2018 pada masa Lebaran kali ini, yang dilakukan dari Kamis (7/6/2018) sampai Kamis (21/6/2018).

Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama mengatakan kasus kecelakaan yang terjadi banyak karena pengendara lelah dan mengantuk atau microsleep saat berkendara. “Karena melalui perjalanan yang cukup jauh, membuat pengendara mengantuk dan hilang kendali,” ungkapnya.

Pada operasi tahun ini, sebanyak 475 personel dari Polres Sleman dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik. Sementara itu, untuk Polda DIY jumlah personel yang disiapkan yaitu 2.800 personel.

Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan kecelakaan yang terjadi kebanyakan karena kesalahan manusia. “Fasilitas jalan sudah baik, jalan diperbaiki dan sudah siap seminggu sebelum lebaran, makanya tinggal kembalikan lagi ke pengendaranya,” ucapnya kepada Harian Jogja, Kamis (21/6/2018).

Operasi yang diadakan oleh Polres Sleman akan ditutup pada Minggu (24/6). Sementara tujuh kasus yang terjadi hanya kecelakaan yang masuk pada jalur operasi saja. Pada Lebaran tahun ini, untuk mengamankan arus mudik dan arus balik, ada tujuh pos yang disiapkan oleh Polres Sleman. Dua pos pelayanan di Prambanan, dan di Kaliurang sedangkan lima pos pengamanan yaitu di Monjali, Amplaz (Ambarukmo Plaza), Maguwoharjo, Tempel, dan Gamping.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online