Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Pedagang daging ayam potong melayani pembeli, meski masih dijual mahal, permintaan daging ayam masih tetap banyak di Pasar Beringharjo, Jumat (22/6)./Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Meski sudah mulai turun, harga daging ayam potong di Pasar Argosari, Wonosari masih tergolong tinggi. Akibatnya daya beli masyarakat dirasakan para pedagang ikut menurun.
Seperti diketahui pra dan pasca hari Raya Idul Fitri kemarin harga ayam potong di Pasar Argosari mencapai Rp38.000-Rp45.000 per kilogram. Adapun untuk saat ini kata salah seorang pedagang daging ayam di pasar tersebut, Sarmi, harga daging ayam potong mulai turun di kisaran Rp38.000-Rp40.000 per kilogram.
Kendati turun, harga itu menurutnya memang masih tergolong tinggi. Pasalnya untuk harga normal ayam potong adalah di kisaran Rp33.000 per kilogram sampai Rp35.000 kilogram.
Sarmi mengungkapkan masih tingginya harga ayam potong tak pelak memengaruhi daya beli masyarakat.
Jika di hari biasa dengan harga normal dia bisa menjual 60 hingga 70 daging ayam potong utuh, saat ini dia hanya bisa menjual 50 ekor. "[Penjualan] berkurang cukup drastis, bahkan hari ini tergolong sepi," ujarnya, Senin (25/6/2018).
Ihwal tingginya harga ayam potong saat momen Lebaran kemarin Sarmi mengaku dia dan rekan sejawatnya kebingungan lantaran stok daging ayam di sejumlah penyuplai habis. Inilah yang menurut Sarmi menjadi alasan lonjakan harga tersebut.
"Habis semua, kalaupun ada harganya jauh lebih mahal, jadinya kami malah enggak untung," ucap dia.
Adapun suplai daging ayam potong di Pasar Argosari didapat dari sejumlah tempat seperti Panggang, Saptosari, Playen. Beberapa berasal di luar Gunungkidul seperti Piyungan dan Kulonprogo.
Sementara itu Kepala Seksi Distribusi dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Sigit Hariyanto mengatakan melambungnya harga daging ayam saat momen lebaran menurut lantaran permintaan yang tinggi. Selain itu banyaknya pemudik dan wisatawan ke Gunungkidul juga menjadi faktor kenaikan permintaan daging ayam sehingga berimbas melonjaknya harga.
"Saat Lebaran permintaan di rumah makan akan daging ayam kan naik, jadi itu juga jadi pengaruhnya," ucap dia.
Dia memprediksi untuk beberapa waktu kedepan harga ayam akan mulai kembali alami penurunan hingga menyentuh angka normal. Sebab menurutnya permintaan akan daging ayam potong mulai turun lantaran konsumen pada saat momen Lebaran didominasi perantau mulai pulang kembali ke tempat perantauan.
"Hari ini kan sudah banyak perantau yg kembali ke Jakarta dan kota besar lainnya . sehingga permintaan daging ayam juga mulai turun," ujar dia.
Namun jika nanti harga daging ayam tidak mengalami perubahan Disperindag Gunungkidul akan bekerjasama dengan Dinas Provinsi untuk menentukan kebijakan seperti apa yang akan dilakukan. "Kami untuk mengambil kebijakan biasanya dirapatkan dulu dengan tim provinsi. Tapi kami yakin pasti akan turun." (
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Puncak haji 2026 segera dimulai. Simak jadwal Armuzna, tahapan wukuf di Arafah, dan tips persiapan jemaah haji.
Mensos Gus Ipul menonaktifkan dua pejabat pengadaan Sekolah Rakyat terkait investigasi dugaan maladministrasi pengadaan barang.
KPK mendalami hubungan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dengan pengusaha EO terkait kasus dugaan korupsi proyek dan CSR.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Ditjenpas membantah video viral dugaan sel mewah dan penggunaan HP di Lapas Cilegon serta menegaskan pengawasan tetap dilakukan.