Ketua Komda Lanjut Usia DIY, Suripto (kiri) dan Ketua Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2018 DIY, Sigit Alifianto (kanan) dalam acara Talkshow HLUN 2018 di Star Jogja FM, Selasa (26/06/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Sosial DIY akan meluncurkan program Lansia Tanggap Bencana dalam puncak penyelenggaraan Hari Lanjut Usia Nasional 2018 bertema Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia di Lapangan Paskhas Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta pada 4-6 Juli mendatang.
Ketua Panitia Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2018 dari Dinas Sosial DIY, Sigit Alifianto, mengatakan program Lansia Tanggap Bencana penting untuk diberikan kepada lansia mengingat DIY sendiri merupakan daerah rawan bencana.
"Seperti yang telah kita ketahui, di sini ada erupsi merapi, gempa juga cukup sering, ada banjir juga. Jadi penting lansia mengetahui cara-cara penyelamatan diri secara mandiri," kata Sigit dalam acara Talkshow Hari Lanjut Usia Nasional Dinas Sosial DIY di Star Jogja FM, Selasa (26/6/2018).
Sigit mengatakan nantinya program tersebut akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi ke Taruna Siaga Bencana (Tagana), Desa Siaga Bencana, Kampung Bencana hingga ke tingkat RT dan RW. Materi penyelamatan mandiri tersebut kemudian akan diberikan oleh tim Tagana yang akan melatih mereka.
Selain itu, Sigit memaparkan, acara akan dimulai tanggal 4 Juni 2018 dengan rangkaian acara hiburan seperti Hadroh dan Band. Dalam rangkaian acara yang bertujuan memberdayakan dan menyehatkan lansia tersebut, generasi muda juga dilibatkan sebagai pengiring musik. Hal tersebut untuk mewujudkan tujuan HLUN lainnya yaitu membuat hubungan antar tiga generasi menjadi lebih harmonis.
"Puncaknya tanggal lima, selain launching program lansia tanggap bencana, kami ada pameran produk buatan lansia, nanti akan ada 30 booth di sana. Kami juga ada beberapa penghargaan dan bantuan," kata Sigit.
Sigit mengatakan di malam puncak acara yang dihadiri oleh 4000 undangan tersebut akan digelar wayangan hingga pagi dengan dalang Ki Seno Nugroho. Acara tersebut, menurut Sigit, diyakini mampu membuat para lansia bernostalgia dan merasa bahagia. Sehingga hal tersebut membuat mereka sehat jasmani rohani. Adapun pelestarian budaya juga menjadi alasan mengapa wayang perlu digelar dalam HLUN 2018.
"Sebelum malam puncak, kami akan ada anjangsana ke tiga rumah sakit untuk mengunjungi lansia yang sakit. Kami juga ada program bedah kamar lansia," jelasnya.
Sigit menambahkan acara tersebut akan dihadiri oleh empat menteri. Adapun menteri tersebut adalah Menteri Koordinator SDM, Menteri Sosial, Menteri Pemberdayaan Perempuan, dan Menteri Kesehatan. Seluruh Kepala Dinas Sosial di 34 provinsi, pihak Kemensos dan Komda Lansia se Indonesia juga turut hadir dalam acara ini.
Berdayakan Lansia
Ketua Komda Lanjut Usia DIY, Suripto, mengatakan kegiatan pada HLUN 2018 bertujuan untuk memberdayakan lansia. Di luar itu, Suripto mengatakan sudah saatnya perusahaan atau instansi di DIY mengadakan persiapan pengembangan keterampilan bagi pegawainya yang akan pensiun. Hal tersebut menurutnya harus dilakuka untuk mencegah Post Power Syndrome yang banyak dialami oleh lansia.
"Paling tidak lima tahun sebelumnya, [perusahaan dan instansi] sudah mengajak mereka mempersiapkan masa pensiunnya. Ditanya keterampilannya apa? Kalau memang perikanan, ya dikembangkan keahliannya. Supaya nanti kalau pensiun bisa menggarap itu dan tidak nganggur. Supaya mereka tetap sehat dan tidak cepat pikun," kata Suripto.
Suripto mengatakan penting bagi generasi muda agar tidak melupakan jasa orang tuanya yang sudah lansia. Mereka diwajibkan untuk memberi perhatian, merawat dengan sabar dan menjaga mereka. Oleh karena itu, harapannya HLUN 2018 dapat memberi generasi muda pemahaman akan hal tersebut.
"Selain itu, lansia jangan disuruh berhenti beraktivitas. Justru mereka harus terus beraktivitas biar sehat. Mau ke bank, mau ke pasar, biarkan saja biar bertemu dengan orang seusia mereka dan cerita tentang keberhasilan hidupnya," kata Suripto.
Suripto mengatakan, saat ini Komda Lanjut Usia DIY tengah melakukan
pendekatan ke bank dan fasilitas umum sejenis untuk menyediakan loket khusus lansia. Adanya loket khusus diyakini dapat membuat aktivitas lansia sehari-harinya nyaman. Selain itu, pengadaan loket khusus dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti antre terlalu lama yang menyebabkan kelelahan bagi lansia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.