Dusun Pendulan, Moyudan Jadi Percontohan Kampung Tertib Lantas

Irwan A Syambudi
Irwan A Syambudi Rabu, 27 Juni 2018 20:15 WIB
Dusun Pendulan, Moyudan Jadi Percontohan Kampung Tertib Lantas

Ilustrasi Tiblantas/JIBI

Harianjogja.com, SLEMAN—Satlantas Polres Sleman bersama instansi terkait menjadikan Dusun Pendulan, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, sebagai menjadi pilot project atau percontohan program Kampung Tertib Lalu Lintas (Lintas). Program ini dilakukan dalam upaya untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas bagi masyarakat.

Kasatlantas Polres Sleman, AKP Faisal Pratama, mengatakan Kampung Tertib Lantas merupakan program dari Korlantas Mabes Polri dan pelaksanaannya dilakukan di seluruh Indonesia. Dalam proses mewujudkan Kampung Tertib Lantas, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (DPUPKP) Sleman. Kerja sama dilakukan untuk merevitalisasi sarana dan prasarana seperti jalan yang berkeselamatan serta pemasangan rambu-rambu yang dibutuhkan di kampung yang menjadi pilot project tersebut.

Sedangkan dalam hal mengubah budaya berlalu lintas di kampung tersebut, Satlantas turut mengandeng Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata Sleman serta Jasa Raharja dalam hal memberikan penyuluhan dan sosialisasi ke warga Dusun Pendulan.

"Program Kampung Tertib Lantas bermaksud mengubah perilaku pengguna kendaraan bermotor di wilayah terkecil, sehingga dimulai dari perkampungan. Mengapa dijadikan pilot project, karena Dusun Pendulan dinilai cukup representatif sebagai Kampung Tertib Lantas,” katanya, Rabu (27/6/2018).

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Sleman, Ipda Gembong Widodo, mengatakan dengan dijadikannya Dusun Pendulan sebagai Kampung Tertib Lantas, diharapkan masyarakat turut serta dan berperan aktif dalam mengedukasi orang lain terkait keselamatan dalam berkendara.

Menurutnya, untuk memicu peran aktif masyarakat, pihaknya telah mengadakan kegiatan safety riding kepada ibu-ibu PKK Dusun Pendulan guna meningkatkan kompetensi dalam hal berkendara di jalan raya. Selain untuk meningkatkan kompetensi dalam hal berkendara di jalan raya, Gembong juga menilai hal tersebut sebagai sarana edukasi terhadap warga Dusun Pendulan.

“Yang disasar ibu-ibu karena mereka yang paling dekat dengan anak-anak, sehingga ke depannya bisa memberi edukasi kepada anak-anak tentang cara aman berkendara yang berkeselamatan," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online