Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Lapas Cebongan, Sleman./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Kepolisan Daerah (Kapolda) DIY memberikan teguran keras kepada anggota yang lalai hingga menyebabkan dua tahanan Polsek Ngaglik kabur. Hingga saat ini dua tahanan masih dalam pengejaran.
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan penyebab tahanan kabur di Polsek Ngaglik adalah karena faktor kelalaian petugas yang berjaga. Oleh karena itu pihaknya pun memberikan terguran kepada anggota dan jajarannya yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Hanya lebih karena adanya kelalaian petugas. Ada kelalian oleh karena itu kami tegur,” kata dia, Kamis (28/6/2018).
Pasca insiden kaburnya dua tahanan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda DIY. Hal ini untuk memastikan kondisi tahanan di semua Polsek, Polres, Polresta dan Juga Polda.
Menurutnya pengelolaan tahanan adalah masalah penting, karena tahanan harus diperhatikan dari sisi hak asasi manusia dan juga dari segi kemanananya.
Dari segi hak asasi manusia, tahanan harus dipastikan kondisi kesehatannya, akses terhadap kegiatan ibadan, dan yang lainnya. Semua tahanan harus terjamian kesehatannya dan jangan sampai terhalangai dalam beribadan. Selain itu dari segi keamanan kondisi ruang tahanan juga harus dipastikan tidak ada akses tahanan untuk melarikan diri.
“Selnya harus bersih dan harus aman, jangan sampai misalnya jerujinya dapat digerjaji. Jadi kemarin itu ada yang kemudian mereka melarikan diri itu [tahanan Polsek Ngaglik] berarti pelajaran buat kita. Dan teguran keras untuk kelengahan penjagaan kita,” ujarnya.
Selama ini menurunya standart operasional prosedur (SOP) dalam menjenguk tahanan sudah sesuai dan baku dari tingkat Polsek hinggga Mabes Polri. Jam jenguk ditentukan dan dipastikan tidak membawa barang-barang terlarang. “Saya kira aturan sudah pakem, hanya lebih karena adanya kelalaian petugas,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.