Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Sejumlah wisatawan menikmati keindahan pemandangan di sekitar Candi Banyunibo, Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sabtu (30/6/2018).Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Masyarakat sebagai penggerak berbagai atraksi dan event mulai merasakan dampak positif program Pasar Digital Banyunibo yang sudah berlangsung sekitar dua bulan.
Di DIY, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) mengembangkan tujuh pasar digital di beberapa objek wisata. “Di Sleman dikembangkan di Candi Banyunibo, dan tahun ini sudah mulai beroperasi sebagai Pasar Digital Banyunibo,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman, Eka Priastana Putra, Sabtu (30/6/2018).
Eka mengatakan pasar digital berguna sebagai ajang pemasaran bagi objek wisata. Menurutnya, inovasi yang dilakukan di pasar digital tersebut murni dari swadaya masyarakat setempat. Untuk Pasar Digital Banyunibo, pengelolaan dilakukan oleh warga Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan.
Pegiat Wisata Pasar Digital Banyunibo, Agung Maharif, mengatakan sudah hampir dua bulan Pasar Digital Banyunibo diadakan, dan dampak ekonomi sudah mulai dirasakan masyarakat. Menurut Agung pengelolaan pasar digital semuanya digarap oleh masyarakat secara swadaya.
Selama bulan puasa, Pasar Digital Banyunibo beroperasi setiap hari mulai pukul 16.00 WIB sampai menjelang Salat Tarawih. “Saat bulan puasa khususnya menjelang buka puasa banyak wisatawan datang menikmati suasana sore hari di Pasar Digital Banyunibo,” kata Agung saat ditemui Harian Jogja, (30/6).
Di hari biasa baik sebelum puasa dan setelah Lebaran, Pasar Digital Banyunibo hanya beroperasi di hari Minggu. “Boroperasi mulai pukul 07.00 WIB sampai sekitar pukul 12.00 WIB,” kata Agung.
Di Pasar Digital Banyunibo pengunjung bisa menikmati aneka makanan tradisional yang dijual oleh warga sekitar. “Ada nasi talang, wedang talang, pecel, sego wiwit, kolak, jenang dan lainnya. Pengunjung juga bisa menikmati dawet, kopi banyunibo dan teh banyunibo,” ujar Agung.
Agung mengatakan dampak ekonomi mulai dirasakan warga setelah adanya Pasar Digital Banyunibo. Kenaikan kunjungan wisatawan bisa mencapai 50%. “Dari semula 100 kunjungan bisa naik sampai 150 kunjungan,” ujar Agung. Menurutnya, dengan adanya pengelolaan swadaya dari masyarakat, membuat ekonomi masyarakat meningkat hasil dari aktivitas seperti penjualan makanan juga kunjungan di Pasar Digital Banyunibo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.
Tiga kandang ayam di Kedawung, Sragen, terbakar selama 4,5 jam. Sebanyak 54.000 ekor ayam mati, satu penjaga terluka, kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.