Rektor Berpesan Para Dekan Baru UII Bersikap Tegas dan Lembut

Sunartono
Sunartono Senin, 02 Juli 2018 17:10 WIB
 Rektor Berpesan Para Dekan Baru UII Bersikap Tegas dan Lembut

Rektor UII melantik para dekan dan wakil dekan, Senin (2/7/2018)./Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, SLEMAN--Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid melantik 24 pejabat dekan dan wakil dekan dari delapan fakultas, di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman, Senin (2/7/2018). Rektor berpesan agar sesuai dilantik para dekan bisa bersikap tegas sekaligus lembut.

Delapan Dekan yang dilantik, dua di antaranya pejabat lama yaitu Dekan Fakultas Kedokteran Linda Rosita dan Dekan Fakultas Agama Islam Tamyiz. Sedangkan enam dekan lainnya seperti, Dekan Fakultas Teknologi Industri dijabat Prof. Hari Purnomo, Dekan Fakultas MIPA Prof. Riyanto, Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Fuad Nashori, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Miftahul Fauziyah, Dekan Fakultas Hukum Abdul Jamil dan Dekan Fakultas Ekonomi dijabat Jaka Sriyana.

Selain dekan, Fathul melantik Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan dan Alumni masing-masing delapan pejabat. Pelantikan itu berdasarkan Surat Keputusan Rektor UII tentang pengangkatan dalam jabatan dekan dan wakil dekan UII periode 2018-2022.

Dalam sambutannya Fathul Wahid mengutip Kitab Nahjul Balaghah yang berisi pesan sahabat Nabi Muhammad, Ali Bin Abi Thalib. Isi kitab tersebut sekaligus sebagai pesan yang ingin disampaikan kepada para pejabat yang dilantik. Mereka harus bertindak tegas jika diperlukan, dengan tidak mengesampingkan lemah lembut dan penuh rasa perhatian.

"Bersikap tegas jika diperlukan, cerahkan wajahmu di hadapan mereka, lembutkan sikapmu untuk mereka, jangan membedakan perlakuan di antara mereka, baik dalam perhatian, tatapan isyarat sehingga dengan orang penting tidak mengharapkan penyelewenganmu demi kepentingan mereka," ucapnya di hadapan para pejabat yang dilantik.

Fathul menambahkan rektorat sangat terbuka dengan berbagai macam perbedaan pendapat. Ia meyakini ketika terjadi hubungan yang menghangat atau beda pendapat antarpejabat, hal itu hanya semata perbedaan strategi. Fathul justru sangat menghargai ada perbedaan pendapat karena adu argumen merupakan bagian dari ruh perguruan tinggi.

"Sampai detik ini saya masih percaya, diskusi sehat dan adu argumen adalah ruh perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tanpanya perguruan tinggi akan kehilangan sukma, jiwanya," ujar dia.

Fathul meminta kepada bawahannya untuk melihat beratnya tantangan ke depan. Karena perubahan lingkungan terjadi secara cepat serta perkembangan aplikasi teknologi juga sangat cepat dan harus segera direspons. "Semua dekan yang dilantik melalui proses pemilihan yang sesuai prosedur, jadi semua yang menjabat ini tidak ada yang minta, karena semua akademisi yang memenuhi syarat otomatis menjadi calon," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online