SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi Donor darah/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 25 orang pendonor darah sukarela mendapatkan penghargaan berupa cincin emas seberat 4 gram berlambangkan palang merah. Penghargaan tersebut diberikan pada kegiatan Syawalan PMI di Ndalem Yudonegaran, Jogja, Rabu (4/7/2018).
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan mereka yang mendapat penghargaan tersebut merupakan pendonor darah yang secara sukarela mendonorkan darahnya minimal 100 kali.
"Mereka menyumbangkan darahnya secara sukarela tanpa menentukan orang yang akan memanfaatkannya. Tidak mengharapkan imbalan jasa yang dilakukan. Darah saja di berikan apalagi cinta," kata Gusti Prabu.
Pemberian penghargaan tersebut seyogyanya dilakukan pada Desember 2017 lalu. Para penerima penghargaan juga menerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.
"Semoga ini bisa menginspirasi bagi semua warga, menggunggah kepedulian, tentang kemanusiaan, tentang berbagi cinta kepada sesama," harap Prabu.
Selain pemberian cincin tersebut, PMI DIY juga memberikan secara simbolis penghargaan kepada 691 personel PMI yang dengan sukarela melayani masyarakat saat Siaga Lebaran 2018. Selama Siaga Lebaran tersebut, PMI menyiapkan 26 ambulans dan 25 Pos Pelayanan Pertolongan Pertama dan Ambulans.
"Personel PMI, dengan sigap, keterampilan dan pengetahuan yang mereka memiliki juga tanpa mengharapkan imbalan melayani masyarakat yang mudik dan hilir lebaran tahun ini," ujarnya.
Menurut Prabu, tugas-tugas kemanusiaan termasuk di dalamnya pengembangan generasi muda tentu tidak mudah. Oleh karena itu, PMI harus terus meningkatkan dan mempererat kerjasama dengan mitra, pemangku kepentingan, instansi lintas sektoral, untuk bersama membangun dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
"Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional ada untuk siapa saja. Dengan Prinsip Kenetralan dan kesamaan, kita berikan harapan, dukungan serta perubahan positif di masyarakat," katanya.
Harsito, salah seorang penerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial tersebut mengaku 115 kali melakukan donor darah. Kegiatan tersebut dilakukan sejak berusia 36 tahun. "Saat ini usia saya 73 tahun. Motivasi saya hanya ingin membantu sesama, mereka yang membutuhkan darah agar selamat dan tertolong," ujarnya.
Menurutnya, meski rutin melakukan donor darah tidak ada masalah kesehatan yang dia hadapi. Bahkan tubuhnya merasa sehat. "Saya masih terlihat bugar. Pesan saya untuk generasi muda, sebaiknya donorkanlah darah anda untuk menolong sesama," kata warga Perum Gunung Sempu, Kasihan Bantul itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Kakek asal Ngawi, Raden Mas Sri Parwasto, 68, meninggal setelah tertabrak kereta di Km 233+4 Kutorejo, Sragen.
Jonatan Christie tersingkir di perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Loh Kean Yew karena stamina terkuras.
KPK menyita uang rupiah, dolar AS, dolar Singapura dan perhiasan saat menggeledah Kanwil BPN Jatim dalam kasus mafia tanah dugaan korupsi ATR/BPN.
Kemensos mendorong transformasi Puskesos Sleman menjadi pusat layanan dan pemberdayaan sosial. Sumberejo dipilih sebagai lokasi percontohan.