BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ibu-Ibu di Jogja Jadi Kader Pelindung Pekerja Informal

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 14 Oktober 2026 17:42 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ibu-Ibu di Jogja Jadi Kader Pelindung Pekerja Informal

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta mengenalkan program PERISAI Jaga Warga kepada calon kader yang didominasi kaum ibu di wilayah Mantrijeron, Kota Jogja, Rabu (14/10/2026).

Harianjogja.com, JOGJA—BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta mendorong keterlibatan masyarakat untuk memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengenalkan program PERISAI Jaga Warga kepada calon kader yang didominasi kaum ibu di wilayah Mantrijeron, Kota Jogja, Rabu (14/10/2026).

Melalui program tersebut, warga diharapkan ikut berperan menyampaikan informasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja di lingkungan tempat tinggalnya. Pendekatan ini dinilai dapat membantu menjangkau kelompok pekerja yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto, mengatakan keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas cakupan perlindungan, terutama bagi pekerja bukan penerima upah (BPU).

Kelompok ini mencakup pedagang kecil, pekerja harian, pelaku usaha rumahan, hingga pekerja mandiri yang menghadapi risiko saat menjalankan aktivitas pekerjaannya.

“Perlindungan pekerja tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Bisa dimulai dari kepedulian sederhana, ketika seorang warga mengingatkan tetangganya bahwa bekerja juga memiliki risiko dan ada perlindungan yang bisa disiapkan. Melalui PERISAI Jaga Warga, kami ingin semangat saling menjaga ini tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri,” kata Rudi.

Dalam sosialisasi tersebut, calon kader diperkenalkan dengan peran PERISAI atau Penggerak Jaminan Sosial Indonesia. Mereka diharapkan dapat membantu memberikan edukasi, mengajak masyarakat menjadi peserta, serta mendampingi proses akses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Keterlibatan kaum ibu dinilai berpotensi memperkuat penyebaran informasi karena kedekatan mereka dengan kehidupan sosial di lingkungan tempat tinggal. Interaksi sehari-hari antartetangga dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran mengenai perlindungan pekerja secara lebih personal.

Rudi berharap para ibu yang nantinya menjadi kader tidak hanya membantu masyarakat mengenal dan mengakses kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan pekerja.

“Kami berharap para ibu yang nantinya menjadi kader PERISAI tidak hanya membantu masyarakat mengenal dan mendaftar BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian di lingkungannya. Sebab, di balik setiap pekerja yang terlindungi, ada keluarga yang juga membutuhkan rasa aman,” ujarnya.

Program PERISAI Jaga Warga diharapkan menjadi penghubung antara BPJS Ketenagakerjaan dan masyarakat, khususnya pekerja informal yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui pendekatan berbasis lingkungan, masyarakat juga diharapkan semakin memahami manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Kedua program tersebut menjadi bagian dari perlindungan yang dapat membantu pekerja dan keluarga ketika menghadapi risiko sesuai ketentuan yang berlaku.

Upaya melibatkan warga ini sekaligus menjadi bagian dari dorongan untuk meningkatkan kesadaran pekerja mandiri mengenai pentingnya perlindungan sosial. Dengan informasi yang lebih mudah dijangkau, pekerja diharapkan dapat mempertimbangkan kepesertaan sebelum risiko pekerjaan terjadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online