Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Perahu nelayan disandarkan dan diikat di pohon yang berada di pesisir Pantai Driini Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul Senin (24/7)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Diprediksi terjadi gelombang tinggi sejumlah kawasan pantai di Gunungkidul sepi, baik dari aktivitas pedagang, nelayan maupun wisatawan.
Koordinator SAR Satlinmas Korwil 2, Marjono mengatakan saat pagi hari pantai memang masih surut, namun tanda-tanda kenaikan gelombang sudah mulai terlihat. "Hari ini memang diprediksi akan ada gelombang tinggi, prediksi mulai siang pukul 13.00 WIB, namun sejumlah antisipasi juga sudah dilakukan," kata Marjono, Selasa (24/7/2018).
Ia mengatakan kenaikan gelombang ini diprediksi akan lebih tinggi dari Kamis (19/7/2018) lalu yang menyebabkan sejumlah kerusakan di sekitaran pantai.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, terus berkordinasi dengan Tim SAR dan BMKG terkait kenaikan gelombang pantai. Dia mengatakan prediksi tingi gelombang diperkirakan mencapai hingga tujuh meter. "Kami dan Tim SAR menghimbau terus masyarakat untuk selalu berhati-hati yang berada disekitaran pantai," kata dia.
Salah seorang nelayan di Pantai Drini, Gunardi mengatakan para nelayan memang sudah berhenti melaut selama seminggu lebih, dikarenakan gelombang tinggi. "Sudah tidak melaut seminggu lebih, karena ya takut adanya gelombang tinggi ini, daripada resiko nanti malah kenapa-kenapa. Ini menunggu saja, karena kerja yang lain tani juga serabutan," kata dia.
Dia mengatakan untuk mengantisipasi gelombang tinggi ini para nelayan juga sudah menaikan kapal dan mengikatkan kapal pada pohon agar tidak hanyut atau berbeturan dengan kapal lainnya yang dapat membuat kerusakan. Pada gelombang tinggi yang terjadi Kamis lalu setidaknya lima kapal nelayan mengalami kerusakan akibat berbenturan dengan kapal lainnya dan satu sak jaring ikan hanyut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.