Rute dan Jadwal Bus KSPN dari Malioboro Jogja Pantai Parangtritis Rabu 23 September
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis pada Rabu (23/9/2026) dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Ilustrasi mahasiswa UII di laboratorium kampus./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) mengolah limbah kulit kakao menjadi obat bronkitis. Mereka menciptakan Nano Shark Kao (Nano Spray Inhaler dari limbah kulit kakao). Limbah kulit kakao dimodifikasi dengan menggunakan metode SNEDDS (self nano emulsifying drug delivery system) sehingga menjadi salah satu obat herbal untuk mengobati penyakit bronkitis kronik.
Mahasiswa ini terdiri dari Ratih Lestari dan Aditya Sewanggara dari Prodi Kimia angkatan 2015 serta Kartika Puspitasari dari Farmasi 2016.
Aditya Sewanggara menjelaskan inovasi pembuatan nano herbal dari limbah kulit kakao merupakan kombinasi dari metode SNEDDS dengan metode spray inhaler. Nano herbal diharapkan dapat menurunkan risiko kematian penderita bronkitis akibat rokok di Indonesia.
"Keunggulan dari Nano Shark Kao ini selain ramah lingkungan, bahannya dari lokal sehingga lebih murah, serta proses pembuatannya tidak rumit," kata dia dalam rilis kepada Harian Jogja pekan lalu.
Ia menambahkan pembuatannya diawali dengan mengeringkan kulit kakao menggunakan oven selama 2 x 24 jam, lalu direbus menggunakan etanol teknis selama 1 x 24 jam. Kemudian dicampurkan dengan tween dan capryol yang berfungsi sebagai surfaktan dan co surfaktan guna mempermudah pencampuran antara ekstrak kulit kakao dengan pelarut Polietilen glikol (PEG).
"Kemudian didapatkan nano herbal dari kulit kakao berupa nano spray yang dapat menjadi obat herbal bagi penyakit bronkitis kronik dengan cara pemakaian secara inhaler," ujarnya.
Ratih Lestari mengatakan cara pemakaian obat sangat mudah dan efisien hanya dengan dihirup. Diharapkan dengan Nano Shark Kao, dapat menekan angka kematian akibat rokok serta menjadi salah satu solusi permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh limbah kulit kakao.
"Kami berangkat dari keprihatinan tentang tingginya kematian akibat penyakit pernapasan di berbagai belahan dunia terutama Indonesia dan permasalahan lingkungan yakni masih belum optimalnya pemanfaatan limbah kulit kakao," kata Ratih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis pada Rabu (23/9/2026) dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Pemkot Solo menggandeng Gunungkidul lewat Solo Travel Dialogue untuk memperkuat promosi dan meningkatkan kunjungan wisata.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Gibran meminta investigasi dugaan keracunan MBG di Batang dituntaskan secara transparan dan korban mendapat penanganan hingga pulih.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.