30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Anggota Karang Taruna Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon siap mengantar almarhum M Iqbal Setyawan ke Makam Balongan, Jumat (27/7/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL--Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul sudah meminta kepada sekolah untuk mendata siswa penyuka sepak bola. Nantinya, data tersebut akan dijadikan bahan untuk mengambil kebijakan terkit perlu tidaknya sekolah menggelar nonton bareng (nobar) jika ada pertandingan sekala besar di stadion.
Upaya tersebut sebgai tindaklanjut dari sejumlah peristiwa kerusuhan yang menyertai pertandingan sepak bola yang berujung pada jatuhnya korban nyawa. Bahkan sejumlah pelajar disinyalir banyak yang bolos hanya untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.
"Kami sudah minta sekolah dan wali murid untuk mengidentifikasi siswa yang suka sepak bola. Nantinya akan diarahkan bagaimana hobi mereka tersalurkan tetapi tanpa harus datang ke lokasi [stadion]," kata Kepala Balai Dikmen Bantul, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Suhirman, saat dihubungi Senin (30/7/2018).
Suhirman mengatakan kerusuhan suporter sepak bola yang melibatkan pelajar menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang. Sebelumnya diberitakan kerusuhan suporter terjadi dalam laga derbi antara PSS Sleman dan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung, Kamis (27/7/2018) sore.
Kerusuhan tersebut memakan korban jiwa, yakni Muhammad Iqbal, 16, warga Balong, Timbulharjo, Sewon. Pelajar SMK 1 Pleret itu mengalami luka di bagian kepala dan wajah setelah dikeroyok sejumlah orang dan meninggal dunia di RS Permata Husada Pleret. Polisi sudah menangkap dua orang yang diduga pelaku pengeroyokan Iqbal, yakni LGF, 21, warga Sewon dan WTP, 19, warga Banguntapan.
Suhirman menduga pelajar yang menjadi korban pengeroyokan suporter tersebut tidak memahami medan, melainkan murni hanya ingin menonton pertandingan sepak bola. Karena itu, menurut dia, perlu upaya untuk menyelamatkan anak-anak yang hobi sepak bola agar terhindar dari kekerasan suporter.
Ia sepakat dengan ide Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Kadarmanta Baskara Aji agar sekolah memfasilitasi siswa untuk menonton bola agar tidak pergi ke stadion. Kendati demikian, kata dia, nonton bareng yang difasilitasi sekolah juga tidak boleh dilakukan saat jam pelajaran. "Ini kan terkait teknis, kami masih menunggu dari Disdikpora DIY," ujar Suhirman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.