Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Teman-teman almarhum Muhammad Iqbal Setyawan melakukan salat jenazah untuk almarhum di rumah duka RT 04 Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon Bantul, Jumat (27/7/2018). /Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com,BANTUL--Suradi, ayah almarhum Muhammad Iqbal Setyawan berharap kasus penganiayaan yang menimpa anaknya tersebut dapat diusut tuntas. Tidak hanya pengeroyoknya, tetapi juga aktor yang menyuruh pengeroyokan.
Suradi mengatakan anaknya bukanlah pendukung salah satu klub baik dari PSS Sleman maupun PSIM Jogja, melainkan hanya hobi menonton pertandingan sepak bola sejak kecil.
"Pelaku harus diproses secara jalur hukum, setimpal dengan yang dikerjakan. Semoga ingin kasus ini tuntas, sampai aktornya,” ujar Suradi, Rabu (1/8/2018).
Muhammad Iqbal Setyawan meninggal dunia di Rumah Sakit Permata Husada setelah dianiaya sejumlah suporter di kawasan Stadion Sultan Agung, pada Kamis pekan lalu. Saat itu ia tengah menonton laga PSS Sleman dan PSIM Jogja.
Tim gabungan Polda DIY dan Polres Bantul kembali mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Muhammad Iqbal Setyawan. Sebelumnya tim gabungan sudah menangkap dua orang dan keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni LGF, 21, warga Sewon dan WTP, 19, warga Banguntapan.
Wakapolres Bantul Komisaris Polisi Mariska Fendi Susanto membenarkan penangkapan empat orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan. "Tim Resmob dan Progo Sakti sudah mengamankan empat orang lagi yang diduga terlibat penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang," kata Mariska, seusai mengunjungi keluarga korban Muhammad Iqbal Setyawan di Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Rabu (1/8/2018).
Jika bukti sudah cukup, kata Mariska, tidak menutup kemungkinan empat orang yang diamankan akan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi akan segera merilis setelah pemeriksaan keempat orang tersebut selesai.
"Sementara kami amankan enam orang, yang dua sudah pasti [sudah jadi tersngka], yang empat masih pengembangan. Kalau bukti cukup bisa ditetapkan jadi tersangka," ujar Mariska. Disinggung soal data empat korban yang beredar di media sosial, Mariska enggan mengomentari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KCI pastikan KRL tetap beroperasi meski pasokan listrik PLN terganggu, keterlambatan hanya sekitar tiga menit.
BTS dinobatkan sebagai tamu kehormatan di La Plata Argentina jelang konser tur dunia ARIRANG Oktober 2026.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Pemkab Sumenep tetapkan status siaga kekeringan selama 6 bulan. Sebanyak 76 desa di 19 kecamatan berpotensi krisis air bersih.
PT KAI Daop 6 Jogja mengevakuasi seorang bayi yang ditemukan di dalam toilet KA Sancaka 84B relasi Jogja–Surabaya Gubeng pada Sabtu (4/7/2026) pagi.