Satu PNS Mantan Terpidana Korupsi di Kulonprogo Masih Aktif
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
Seorang petani melon menunjukkan hasil panennya, Selasa (7/8/2018). Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kemarau panjang yang terjadi selama tiga bulan terakhir memberikan berkah tersendiri bagi petani melon di Kulonprogo. Cuaca panas membuat tanaman berkembang maksimal dan menghasilkan buah melon berkualitas baik.
Salah seorang petani buah melon di Desa Pandowan, Kecamatan Galur, Sumadi, mengaku masa tanam kali ini mampu memberikan hasil panen terbaik. Dari 1.400 meter persegi lahan yang ditanami, Sumadi mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp50 juta. "kami mengeluarkan modal sekitar Rp25 juta, dan hasil panen melon laku Rp75 juta," katanya saat ditemui di lahan miliknya, Selasa (7/8/2018).
Keuntungan tersebut, menurut Sumadi, merupakan keuntungan yang cukup tinggi untuk hasil panen melon di lahan seluas 1.400 meter persegi. Ia juga mengaku bersyukur karena selama masa tanam hujan tidak turun dan hama kutu kebul juga tidak menyerang. Alhasil tanaman dan buah melonnya bisa berkembang maksimal. "Ada beberapa batang tanaman yang terkena hama, tetapi bisa langsung diatasi dengan mengganti tanaman dengan tanaman baru," katanya.
Sumadi mengaku keuntungannya tidak seberapa jika dibanding petani lain yang menanam buah melon di lahan yang lebih luas. Menurutnya, harga melon cukup tinggi karena pasokan di sejumlah pasar besar seperti di Jakarta, Bogor, Bandung, dan kota besar lain belum terlalu banyak. Menurutnya, saat ini belum semua petani melon memasuki masa panen. "Melon asal Kulonprogo memiliki kualitas yang cukup baik, bahkan yang sudah panen lebih awal harganya juga lebih baik lagi," katanya.
Salah seorang pembeli, Ridho, 26 warga Kecamatan Panjatan, mengaku selalu membeli melon dari petani secara langsung. Menurutnya dengan membeli langsung dari petani, ia bisa memilih buah yang benar-benar segar dan berkualitas. "Harganya juga masih bisa ditawar," katanya.
Untuk ukuran, Ridho mengakui ukuran melon dari petani di Kulonprogo tidak terlalu besar. Meski demikian dari rasa dan kualitasnya sangat bagus. "Manis dan enak, tinggal makan saja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.