Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Seniman janur Cholil Nur Wakhid mempraktikan cara merangkai janur dalam Bedah Buku Seni Merangkai Janur di Balai Desa Ringinharjo, Bantul, Kamis (9/8/2018). /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menggelar Bedah Buku Seni Merangkai Janur di Balai Desa Ringinharjo, Bantul, Kamis (9/8/2018). Bedah buku yang dilanjutkan dengan praktik merangkai janur itu diikuti sekitar 130 orang.
Bedah buku ini merupakan bagian upaya dari BPAD DIY untuk mengembangkan minat baca masyarakat dan mendekatkan informasi yang ada dalam buku kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat yang tidak membaca buku juga dapat pengetahuan dan informasi yang ada di dalam buku melalui bedah buku tersebut.
Hadir sejumlah narasumber sebagai pembedah, di antaranya Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Atmaji; akademisi dari Institut Seni Yogyakarta (ISI), Djanjang Purwo Sedjati; seniman janur asal Bantul, Cholil Nur Wakhid; dan perwakilan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Industri Bantul, Heri Saptono.
Dalam kesempatan tersebut, Atmaji mengungkapkan masih minimnya budaya membaca buku di Indonesia. Menurut dia, berdasarkan penelitian UNESCO minat baca di Indonesia masih di angka 0,001%. Artinya dari 1000 orang penduduk hanya ada satu orang yang serius membaca.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukan tingkat minat baca anak Indonesia 17,66%, sementara minat menonton 91,67%. Survei Programme for Interntional Studen Assessment (PISA) pada 2015 lalu menyatakan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia menduduki 69 dari 76 negara yang disurvei.
Atmaji mengatakan minimnya minat baca karena buku jarang dikenalkan sejak dini oleh orang tua, membeli buku bukan perioritas utama. Sementara budaya menonton cukup tinggi. Kemajuan teknologi informasi yang seharusnya memudahkan untuk mengakses informasi justeru tidak digunakan untuk menunjang budaya literasi.
"Laptop dan gadget sering dipandang hanya dari fungsi praktisnya saja, bahkan cenderung hanya untuk bermain media soaial, main game, nonton youtube dan sejenisnya. Padahal di gadget banyak fitur yang bisa digunakan untuk pengembangan literasi," kata Atmaji.
Dengan kenyataan masih minimnya minat baca masyarakat, Atmaji berharap bedah buku menjadi salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan buku. Meski tidak membaca, namun dengan bedah buku masyarakat tetap mendapat informasi yang ada dalam buku.
Djanjang Purwo Sedjati menyampaikan soal teknis dan kiat membaca buku yang efektif dan efesien dengan membaca intisari di bagian belakang buku dan daftar isi. "Melihat isi buku yang efektif dilihat dari daftar isinya," kata dia.
Dengan demikian pembaca akan langsung diarahkan untuk membaca langsung informasi yang dibutuhkan seperti cara-cara merangkai janur dan bentuk-bentuknya.
Sementara Cholil Nur Wakhid langsung bicara teknis pembuatan janur. Ia mengatakan untuk mahir merangkai janur dengan berbagai bentuk tidak butuh waktu lama. Untuk tahap dasar hanya butuh waktu tiga bulan langsung bisa. "Alat yang dibutuhkan hanya pisau kecil dan stapler," kata dia.
Cholil merupakan seniman janur dari Sanggar Rupasari di Dusun Jetak, Desa Ringinhrjo. Ia bersama sejumlah warga sudah rutin merangkai janur bahkan aktifitasnya kini Dusun Jetak dicanangkan sebagai sentra janur.
Kasubdit Pembinaan dan Pemberdayaan Perpustakaan BPAD DIY, Dewi Ambarwati mengatakan bedah buku yang digelar di Desa Ringinhrjo merupakan program bedah buku yang ke-27 dari target 48 kali selama tahun ini di semua kabupaten dan kota. Kegiatan yang bekerjasama dengan Komisi D DPRD DIY itu sebagai upaya pengembangan minat dan budaya baca msyarakat.
Selain melalui bedah buku, untuk merangsang minat baca juga dilakukan melalui pengembangan perpustakaan desa. Pihaknya sudah menghibahkan seribuan eksemplar buku ke perpustakaan desa, "Jenis buku disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah," ujar Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Top Ten News Harianjogja.com Senin 21 September 2026 membahas MBG, kesehatan, sampah, pupuk, harga emas, olahraga hingga KAI.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Dosen Unisa Yogyakarta mengembangkan kombinasi Metcovazin dan stimulasi listrik untuk luka diabetes. Riset masih tahap praklinis.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak ditangani Bantul hingga Juli 2026. Sebanyak 47 kasus merupakan kekerasan psikis.