Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026, Ada 15 Perjalanan
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Ilustrasi mahasiswa. (Reuters/Fabian Bimmer)
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah pakar menilai penurunan pemahaman kearifan lokal seperti bahasa daerah hampir terjadi sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Pembuat kebijakan harus mendorong perlindungan kearifan lokal melalui proses pendidikan, salah satunya dengan membuka prodi bahasa daerah di setiap perguruan tinggi (PT).
Isu ini dibahas dalam International Conference on Local Wisdom (ICOLWIS) 2018 di Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (9/8/2018).
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Profesor Dadang Sunendar menilai perlindungan terhadap kearifan lokal seperti bahasa sudah diatur dalam UUD 1945, sehingga jangan sampai bahasa dan sastra daerah punah.
Di level pemerintah daerah, perlindungan terhadap bahasa daerah tertuang dalam UU No.24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, intinya kewajiban pemda harus melestarikan dan berkoordinasi dengan lembaga kebahasaan.
"Caranya memelihara seperti penerbitan kamus pelatihan untuk anak muda. Saya sudah usulkan di renstra harus ada perlindungan terhadap bahasa daerah, sehingga banyak penutur bahasa daerah di kalangan anak muda," katanya, Kamis (9/8/2018).
Pihaknya telah mendatangi wilayah Indonesia bagian timur untuk identifikasi bahasa. Di Papua misalnya telah mengidentifikasi sekitar 400 bahasa daerah, di Maluku dan NTT ada 34 bahasa. Namun ia menyayangkan, meski banyak bahasa daerah, tidak ada satupun perguruan tinggi lokal yang memiliki prodi bahasa daerah.
Ia berharap melalui konferensi tersebut, ada rekomendasi untuk Kemenristekdikti atau Pemda di setiap daerah di Indonesia untuk mengusulkan pembukaan prodi bahasa daerah di setiap perguruan tinggi.
"Saya sudah menyurati Kemenristekdikti tentang ini, tetapi kuncinya bukan di Kemenristekdikti, tetapi dari rektor dekan," ucapnya.
Pengajar Bahasa Indonesia di Monash University Yacinta Kurniasih mengatakan jika ingin menjadi pendidik bahasa lokal seperti Bahasa Jawa artinya harus menjadi pembelajar bahasa yang memahami secara detail tentang Jawa dan kearifan lokalnya yang sangat beragam.
Selama mengajar bahasa Indonesia di Monash University, ia juga mempelajari banyak referensi kearifan lokal yang ada di Indonesia untuk diberikan kepada mahasiswa. Ia berpendapat perguruan tinggi menjadi salah satu yang paling bertanggungjawab terhadap keberhasilan muatan lokal.
Pada era 1994-an banyak yang pesimistis Jurusan Bahasa Jawa tidak populer, alasannya karena banyak generasi muda yang tak menguasainya. "Tetapi dalam prosesnya, jurusan ini banyak populer, potensi Bahasa Jawa di sekolah akan lebih baik karena kebijakan pemimpin juga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.