Mau Berwisata ke Gunungkidul? Ini Jadwal KSPN 29 September 2026
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Ilustrasi mahasiswa. (Reuters/Fabian Bimmer)
Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah pakar menilai penurunan pemahaman kearifan lokal seperti bahasa daerah hampir terjadi sebagai akibat dari perkembangan teknologi. Pembuat kebijakan harus mendorong perlindungan kearifan lokal melalui proses pendidikan, salah satunya dengan membuka prodi bahasa daerah di setiap perguruan tinggi (PT).
Isu ini dibahas dalam International Conference on Local Wisdom (ICOLWIS) 2018 di Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (9/8/2018).
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Profesor Dadang Sunendar menilai perlindungan terhadap kearifan lokal seperti bahasa sudah diatur dalam UUD 1945, sehingga jangan sampai bahasa dan sastra daerah punah.
Di level pemerintah daerah, perlindungan terhadap bahasa daerah tertuang dalam UU No.24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, intinya kewajiban pemda harus melestarikan dan berkoordinasi dengan lembaga kebahasaan.
"Caranya memelihara seperti penerbitan kamus pelatihan untuk anak muda. Saya sudah usulkan di renstra harus ada perlindungan terhadap bahasa daerah, sehingga banyak penutur bahasa daerah di kalangan anak muda," katanya, Kamis (9/8/2018).
Pihaknya telah mendatangi wilayah Indonesia bagian timur untuk identifikasi bahasa. Di Papua misalnya telah mengidentifikasi sekitar 400 bahasa daerah, di Maluku dan NTT ada 34 bahasa. Namun ia menyayangkan, meski banyak bahasa daerah, tidak ada satupun perguruan tinggi lokal yang memiliki prodi bahasa daerah.
Ia berharap melalui konferensi tersebut, ada rekomendasi untuk Kemenristekdikti atau Pemda di setiap daerah di Indonesia untuk mengusulkan pembukaan prodi bahasa daerah di setiap perguruan tinggi.
"Saya sudah menyurati Kemenristekdikti tentang ini, tetapi kuncinya bukan di Kemenristekdikti, tetapi dari rektor dekan," ucapnya.
Pengajar Bahasa Indonesia di Monash University Yacinta Kurniasih mengatakan jika ingin menjadi pendidik bahasa lokal seperti Bahasa Jawa artinya harus menjadi pembelajar bahasa yang memahami secara detail tentang Jawa dan kearifan lokalnya yang sangat beragam.
Selama mengajar bahasa Indonesia di Monash University, ia juga mempelajari banyak referensi kearifan lokal yang ada di Indonesia untuk diberikan kepada mahasiswa. Ia berpendapat perguruan tinggi menjadi salah satu yang paling bertanggungjawab terhadap keberhasilan muatan lokal.
Pada era 1994-an banyak yang pesimistis Jurusan Bahasa Jawa tidak populer, alasannya karena banyak generasi muda yang tak menguasainya. "Tetapi dalam prosesnya, jurusan ini banyak populer, potensi Bahasa Jawa di sekolah akan lebih baik karena kebijakan pemimpin juga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan