Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Suasana kemeriahan Karnaval HUT Kemerdekaan RI oleh warga Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Jogja, Jumat (17/8/2018). /Laurensia Dewi
Harianjogja.com, JOGJA—Sekitar 800 warga Kelurahan Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, memadati sepanjang Jalan AM Sangaji memeriahkan Karnaval Kemerdekaan untuk memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (17/08/2018) sore.
Karnaval diikuti oleh empat RW dari Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis. “Jumlah peserta dari karnaval ini kurang lebih sekitar 200 orang per RW-nya. Jadi total kira-kira ada 800 orang yang ikut memeriahkan karnaval ini," jelas Dila, sekretaris Karnaval Kemerdekaan Cokrodiningrat, Jumat.
Pada 2018, Karnaval Kemerdekaan yang merupakan acara tahunan ini mengusung tema Kebudayaan. Setiap RT di Kelurahan Cokrodiningratan yang ikut memeriahkan karnaval kemerdekaan ini dibebaskan panitia untuk menampilkan kebudayaan apa yang ingin diangkat, selama masih masuk ke dalam tema acara.
Karnaval Kemerdekaan dimulai pukul 15.00 WIB dengan masing-masing RW berkumpul di Cokrokusuman, lalu berjalan menuju arah Tugu Jogja dan berakhir di wilayah RW 10 Kelurahan Cokrodiningratan. Tidak hanya remaja dan dewasa, karnaval ini turut dimeriahkan anak-anak bahkan warga lanjut usia sekalipun. Tampak pula di barisan karnaval, sosok ibu yang menggendong anak bayinya di bawah terik matahari.
Adapun kebudayaan yang ingin diangkat warga Kelurahan Cokrodiningratan adalah Kebudayaan Jawa, dengan menampilkan beberapa ikon dari budaya Jawa seperti pakaian kebaya, gamelan, dan beberapa tokoh wayang.
Beberapa penampilan yang ada di Karnaval Kemerdekaan ini antara lain pertunjukan musik gamelan, tari-tarian, dan ogoh-ogoh dengan atribut kebudayaan Jawa yang kental. Selain dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, warga Kelurahan Cokrodiningratan juga ingin menumbuhkan rasa kebersamaan dengan warga lain bahkan berinteraksi langsung dengan masyakat Jogja yang ikut menyaksikan Karnaval Kemerdekaan ini.

Warga lanjut usia Kelurahan Cokrodiningratan turut memeriahkan acara Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Jl AM Sangaji, Jetis, Jogja, Jumat (17/8/2018). (Foto: Laurensia Dewi )

Acara karnaval ini berlangsung meriah dan setiap RT berusaha untuk menampilkan kebudayaan yang berbeda baik dari tema, pakaian, dekorasi dan lain sebagainya.
Salah satunya seperti yang ditampilkan oleh RT 48 dari RW 10 yang menggunakan slogan “Berbudaya” dan merepresentasikan acara Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Demi turut mengikuti semangat dan energi Asian Games, warga RT 48 menggunakan atribut dengan membawa papan dan berpakaian layaknya seorang atlet seperti atlet sepatu roda, atlet renang, atlet lari, dan lain-lain.
Selain itu, ada juga warga Kelurahan Cokrodiningratan yang mengangkat tema permasalahan sosial yang terjadi di Kota Jogja seperti kejadian klithih dan maraknya peredaran narkoba. Harapannya karnaval ini bisa menjadi momentum dan pengingat agar ke depannya di Jogja tidak ada lagi kejadian serupa yang dirasa merugikan dan meresahkan masyarakat.
Alhasil, banyak masyarakat Jogja yang melintas di Jalan AM Sangaji melambatkan dan menghentikan kendaraannya untuk menyaksikan acara karnaval yang berlangsung. Warga yang melintas pun terlihat antusias mengambil gambar. Ada juga yang mengunggahnya ke media sosial. Kelurahan Cokrodiningratan memang dikenal sebagai salah satu kelurahan yang aktif mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan menjadi salah satu kampung wisata di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.