Habis, Tiket Laga Pamungkas PSIM Jogja di SSA Diserbu Suporter
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota Jogja mulai menyiapkan berbagai langkah menghadapi kebijakan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028. Persiapan dilakukan mulai dari pemetaan kebutuhan guru hingga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, mengatakan pihaknya siap menyesuaikan kebijakan nasional tersebut secara bertahap sesuai kesiapan sekolah.
“Kalau aturan kementerian seperti itu ya kita siap saja kita siapkan. Wong pernah juga pernah ada mata pelajaran Inggris di tahun-tahun sebelum 2015-an itu kan pernah ada juga,” ujar Budi, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, sebagian besar SD negeri di Kota Jogja sebenarnya sudah memiliki aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris, meski belum berstatus mata pelajaran wajib. Selama ini, pembelajaran dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler, penguatan literasi, hingga program tambahan di sekolah.
Kondisi tersebut dinilai menjadi modal awal bagi sekolah untuk menyesuaikan diri ketika kebijakan nasional mulai diterapkan secara penuh pada 2027 mendatang.
Selain itu, sejumlah guru SD di Kota Jogja juga telah mengikuti bimbingan teknis dan training of trainer (TOT) dari kementerian terkait. Guru yang telah mengikuti pelatihan nantinya diharapkan dapat menjadi pendamping bagi guru lain di sekolah masing-masing.
“Guru-gurunya nanti kita siapkan. Apakah harus ada guru tambahan atau guru yang tetap ada sekarang ini, nanti kita petakan dulu,” kata Budi.
Untuk memperkuat kesiapan tenaga pengajar, Dikpora Kota Jogja juga mulai membangun komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi di DIY yang memiliki program studi pendidikan dan Bahasa Inggris.
Beberapa kampus yang diajak berkolaborasi antara lain Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Sanata Dharma.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk melibatkan mahasiswa tingkat akhir maupun lulusan baru sebagai pendamping pembelajaran di sekolah dasar, termasuk menjadi tutor bahasa dan mitra penguatan literasi Bahasa Inggris.
Menurut Budi, penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib juga akan berdampak pada struktur kurikulum sekolah dasar, terutama terkait penyesuaian jumlah jam pelajaran setiap pekan.
“Struktur kurikulumnya kan otomatis berubah juga, karena ada tambahan. Berapa jam pelajaran per minggu nanti akan disesuaikan,” ujarnya.
Meski begitu, Dikpora Kota Jogja mengakui saat ini belum memiliki data pasti mengenai jumlah guru Bahasa Inggris di SD negeri karena selama ini mata pelajaran tersebut belum masuk kategori wajib.
“Ini kan belum ada pelajaran Bahasa Inggris selama ini, sehingga belum bisa dipetakan sekarang ini,” katanya.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh persiapan dilakukan secara bertahap hingga 2027 agar implementasi kebijakan dapat berjalan optimal.
Selain memperkuat kompetensi guru, pemerintah daerah juga ingin memastikan pembelajaran Bahasa Inggris di SD dapat berlangsung lebih menyenangkan, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan usia anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.