Kerawanan Pemilu di Jogja Tertinggi Kedua se-Nasional, Polda Siapkan Pasukan
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Gunung Merapi kini telah memasuki fase erupsi dan cenderung terjadi erupsi efusif.
Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, Agus Budi Santoso mengatakan akhir-akhir ini kegempaan cukup intensif di puncak Gunung Merapi. Gempa terjadi di permukaan misalnya gempa LF (Low Frequency) dan gempa guguran.
Hal ini menurutnya wajar karena memang pada saat ini pada fase pertumbuhan kubah lava. Dan berdasarkan pengamatannya pertumbuhan relatif sama dibanding hari-hari kemarin.
Agus menyebut bahwa erupsi Merapi kali ini cenderung menuju efusif. Namun demikian yang harus diwaspadai dari erupsi efusif adalah ketika kubah lava sudah mulai penuh. "Ketika kubah lava muncup-muncup. Kemudian tidak stabil karena muncup-muncup itu lalu mengakibatkan longsor. Dan longsor ini mengakibatkan awan panas atau wedus gembel. Jadi yang kami antisipasi itu adalah awan panas dari guguran kubah lava ini," kata dia, Jumat (24/8/2018).
Proses terjadinya awan panas itu dapat terjadi ketika guguran kubah lava terus aktif dan mengandung gas yang tinggi. Hal itu dapat menyebabkan terjadi awan panas dan tidak tergantung seberapa besar guguran kubah lava.
Lanjutnya lagi erupsi sebetulnya ada dua yakni erupsi efusif dan eksplosif atau berupa ledakan besar. Keduanya berbeda dan bukan merupakan sebuah tahapan dalam erupsi gunung merapi.
"Jadi yang namanya erupsi itu istilah untuk magma yang mulai keluar dari gunung. Dengan adanya kubah lava kemarin yang muncul 11 Agustus itu sudah masuk fase erupsi. Erupsi sendiri ada dua macam yaitu efusif dan eksplosif. Dua ini tidak terjadi berurutan. Kalau efusif ya efusif tidak akan eksplosif. Kalau terjadi kombinasi keduanya itu jarang-jarang," jelasnya.
Agus menegaskan bahwa saat ini belum ada guguran kubah lava ulang mengakibatkan terjadinya awan panas. Pasalnya saat ini kubah lava masih stabil dan pertumbuhan juga masih rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) DIY menjadi yang tertinggi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Polda DIY pun melakukan antisipasi keamanan dengan menyiagakan pasukan.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.