Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, BANTUL--Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bantul segera mengusulkan penambahan sumber air bersih ke Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) DIY. Pasalnya, selama kemarau ini debit air mulai berkurang, sementara pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mencukupi.
Kepala Rutan Kelas II B Bantul Soleh Joko Sutopo mengatakan pasokan air bersih untuk kebutuhan narapidana dan petugas di Rutan Bantul selama ini mengandalkan PDAM dan satu sumur. Kondisi tersebut sebenarnya cukup kurang, terlebih saat musim kemarau.
"Yang lebih dibutuhkan penambahan sumber air karena kebutuhan banyak tetapi pemenuhan belum optimal. Ini kami baru akan menyusulkan," kata Soleh, melalui sambungan telepon, Minggu (26/8/2018).
Sampai saat ini pihaknya hanya memanfaatkan pasokan yang ada dari PDAM dan satu sumber air bersih. Namun jika kemarau masih terus terjadi, Soleh mengaku sudah menyiapkan opsi untuk mengajukan dropping air bersih. "Kalau kemarau berkepanjangan kami bisa kekurangan [air bersih]," kata dia.
Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, selama Agustus ini merupakan puncak musim kemarau, sehingga wilayah yang berpotensi kekeringan agar segera mempersiapkan diri.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan sejak musim kemarau ini pihaknya sudah mengirim sekitar 100 tangki air besih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Jumlah tersebut belum termasuk Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia (PMI), dan swasta.
Pengiriman air bersih tersebut sesuai permintaan dari masyarakat yang diajukan melalui BPBD. "Permintan kebanyakan dari wilayah di Kecamatan Piyungan, Imogiri, dan Dlingo," kata dia.
Ia mengklaim permintaan air bersih ini menurun jika dibandingkan kemarau tahun lalu. Dampak kemarau 2017 terjadi di sekitar delapan kecamatan. Sebab, kata dia, wilayah yang terdampak kekeringan beberapa sudah tersalur dengan PDAM dan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).
Sejauh ini diakui dia, tidak ada hambatan soal pengiriman air bersih. Selama tahun ini BPBD Bantul sudah menganggarkan untuk 500 tangki air dan siap dikirim jika masyarakat membutuhkan. Ia memprediksi pengiriman air bersih akan berlangsung hingga awal September mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.