KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 4 Tewas dan 218 Penumpang Selamat
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
Penampilan tata busana dalam Pawai Pembangunan 2018 di Malioboro, Minggu (26/8/2018). /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemda DIY menggelar Pawai Pembangunan yang melibatkan 1.500 peserta dari 44 kelompok di sepanjang jalan Malioboro, Minggu (26/8/2018). Kegiatan itu selain sebagai hiburan masyarakat sekaligus menampilkan berbagai kreativitas masyarakat dan komunitas.
Kegiatan karnaval itu diawali dengan Drumb Band Akademi Angkatan Udara (AAU) dari depan Gedung DPRD DIY menuju kawasan titik nol kilometer. Selain dari kalangan sipil pemerintahan, pawai juga diikuti kalangan militer. Potensi budaya berbagai desa juga turut ditampilkan dalam perhelatan ini, salah satunya dari Sanggar Anggrek RW04 Mrican Caturtunggal, Depok, Sleman.
Selain peserta pejalan kaki seperti marching band, prajurit bergodo dan atraksi olahraga. Peserta juga menampilkan atraksi seni budaya dan sejumlah kendaraan hias. Pawai tersebut juga diikuti sejumlah sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK dengan menampilkan berbagai kelebihan setiap sekolah.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengatakan, pawai itu diikuti sedikitnya 1.500 peserta dari berbagai kelompok dan instansi di DIY. Jumlah kontingen yang secara resmi mendaftar di Dinas Pariwisata DIY tercatat 44 kelompok, namun ada beberapa kelompok dari masyarakat yang ikut berpartisipasi secara langsung.
"Itu ada instansi pemerintah, sekolah, komunitas, pihak swasta dan masyarakat umum antusiasmenya sangat tinggi untuk berpartisipasi," ujarnya di sela-sela pelaksanaan Pawai Pembangunan 2018, Minggu (26/8/2018).
Ia mengatakan, pawai juga diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia yang tinggal di Jogja. Keikutsertaan mahasiswa tersebut sekaligus menunjukkan Jogja sebagai miniatur Indonesia. Masyarakat dapat menampilkan berbagai atraksi budaya serta potensi yang dimiliki baik dari sisi sosial, budaya maupun pemberdayaan masyarakat lainnya.
"Melalui pawai ini diharapkan dapat memunculkan rasa kebangsaan, memupuk jiwa kebersamaan dan rasa persatuan sekaligus memperingati HUT RI ke-73. Sekaligus sebagai hiburan bagi masyarakat dan hasilnya pengunjung banyak sekali bahkan beberapa jam sebelum dimulai mereka sudah berkumpul di rute pawai," katanya.
Salah satu warga Ngaglik, Sleman Ahmad mengaku senang dengan adanya pawai tersebut. Selain sebagai hiburan bisa menambah wawasan tentang berbagai instansi karena banyak yang menampilkan informasi bermanfaat. "Sebelumnya sudah dapat info [tentang pawai] sekalian mumpung libur ke Malioboro dan nonton," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
Lansia asal Gunungkidul meninggal dunia setelah tertemper KA Bengawan di jalur rel timur Fly Over Janti, Sleman, Minggu sore.
Pelajar asal Tangerang Selatan terluka setelah diduga ditembak airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman. Polisi masih memburu pelaku.
Bank Dunia menyarankan Indonesia menghapus tax holiday dan menggantinya dengan insentif yang lebih efektif untuk mendorong investasi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
Daihatsu menghadirkan beragam solusi mobilitas berkelanjutan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.