180 Komunitas Motor di Jogja Ramaikan Road to MotoGP Mandalika 2026
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
Suasana di sekitar kawasan pertokoan Malioboro, Sabtu (7/7/2018). Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA—Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jogja tidak mengabulkan gugatan yang diajukan Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) terhadap Wali Kota Jogja dan Kepala UPT Malioboro lantaran dinilai tidak memenuhi prosedur.
Menurut Majelis Hakim syarat permohonan fiktif positif harus memenuhi syarat formal permohonan fiktif positif.
Mengacu pada Pasal 53 UU 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan menyatakan badan atau pejabat pemerintahan wajib menetapkan dan/atau melakukan keputusan dan atau tindakan dalam waktu paling lama 10 hari kerja setelah permohonan diterima. "Majelis hakim menilai gugatan saya diajukan sebelum 10 hari dari surat yang saya sampaikan ke walikota dan UPT. Akhirnya permohonan saya tidak dikabulkan," kata kata Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM) Budhi Susilo seusai sidang, Rabu (29/8/2018).
Dia mengaku sama sekali tidak mengetahui prosedur tersebut. Meski menerima dengan keputusan PTUN tersebut, Budhi masih akan terus mengupayakan langkah hukum lainnya agar permasalahan PKL Malioboro bisa diatasi. Dia juga tidak yakin, gugatan yang sama yang diajukan ke DPUP-ESDM DIY bakal dikabulkan juga. Pasalnya proses pendaftaran gugatan juga tidak jauh berbeda dengan yang diajukan ke Wali Kota Jogja dan UPT Malioboro.
Budhi merasa kecewa dengan keputusan tersebut. Dia menegaskan permintaannya supaya keberadaan PKL di depan tokonya tetap steril setelah Pilpres 2019 atau pada 1 Mei 2019.
Kuasa Hukum Wali Kota Jogja dan Kepala UPT Malioboro yang diwakili oleh Kasubag Bantuan Hukum Bagian Hukum Setda Pemkot Jogja Imron Effendi menyatakan putusan PTUN tersebut sudah tepat. Pasalnya Wali Kota Jogja tidak membalas surat PPM pada 19 Juli 2018 karena surat hanya ditujukan pada Kepala UPT Malioboro. “Wali Kota Jogja hanya mendapat tembusan. Harusnya juga by name," ujar dia.
Hal berbeda jika surat ditujukan langsung kepada Wali Kota Jogja. Sesuai UU No.30/2014 tentang Administrasi Negara, jika dalam 10 hari surat permohonan tersebut tidak direspon maka permohonan tersebut dianggap dikabulkan.
"Masalahnya surat itu tidak diajukan ke Wali Kota Jogja dan tidak ditandatangani. Tanda tangan itu sangat penting sebagai penanggung jawab dan petunjuk jika surat tersebut resmi dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 180 komunitas motorsport Jogja mengikuti Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 melalui konvoi dan Watch Party AustrianGP.
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.
Polisi memburu WNA berinisial C yang diduga memerintahkan peredaran 400 unit etomidate senilai Rp2,8 miliar di kawasan PIK I, Jakarta Utara.
Kenali arti shadowban Instagram, tanda jangkauan menurun, penyebab pembatasan rekomendasi, serta cara memeriksa Status Akun dan memperbaikinya.
Penjualan Daihatsu mencapai 109 ribu unit hingga September 2026. Gran Max menyumbang 56.230 unit, disusul LCGC dan Terios.
Bapanas menyebut cadangan beras pemerintah mencapai 4,5 juta ton untuk mengantisipasi El Nino. Cadangan jagung, minyak goreng, dan pangan lain juga disiapkan.