Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Jumlah penderita HIV dan AIDS di Gunungkidul terus meningkat. Hingga tahun ini, jumlahnya mencapai lebih dari 500 orang.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Priyanta Madya Satmaka mengatakan data jumlah temuan penderita HIV per Juni 2018 mencapai 337 orang Sementara untuk AIDS sebanyak 208. "Jumlah itu merupakan akumulasi sejak 2006. Khusus tahun ini yang kita temukan ada 36 penderita HIV dan 21 penderita AIDS dengan rentang usia anak-anak hingga dewasa," kata Priyanta Madya, Selasa (4/9/2018).
Dia mengatakan sejumlah upaya untuk mengungkap dan melakukan penekanan terhadap persebaran penyakit ini terus dilakukan oleh pihaknya. Di antaranya adalah sosialisasi yang menyasar ke masyarakat usia muda hingga dewasa. Ini lantaran pergaulan kaum muda yang kelewat batas berpotensi terserang penyakit ini.
Bagi yang telah terdeteksi mengidap penyakit tersebut, Dinkes melakukan penanganan medis. "Mereka yang terkena penyakit ini terus kami pantau dan dampingi dalam pengobatannya," ujar Priyanta.
Beberapa program seperti pemeriksaan ibu hamil, kaum muda dan pemeriksaan lainnya juga terus dilakukan oleh Dinkes Gunungkidul. Sedangkan soal stigma buruk bagi para penderita, Priyanta berharap masyarakat menghilangkan anggapan negatif tersebut. Menurutnya para penderita perlu mendapat dukungan agar bangkit dari keterpurukan.
Programmer HIV Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Gunungkidul, Ani Hidayati menjelaskan dari ratusan pendertia Aids yang tercatat, terdapat sekitar 3,5% adalah anak-anak. "Biasanya ini terjadi karena anak-anak tertular oleh orang tuanya yang terlebih dulu kena penyakit ini," kata Ani.
Adapun persentase jumlah penderita HIV dan AIDS, kata Ani didominasi oleh laki-laki yakni sebesar 55%. Sisanya perempuan sebanyak 45%.
Dari hasil pemetaan Dinkes, hampir seluruh kecamatan di Gunungkidul memiliki pengidap penyakit ini. Oleh karena itu, Dinkes Gunungkidul mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan.
Selain itu menjaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam sex bebas tanpa pengaman yang berpotensi menjadi media penularan penyakit ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.