Singapura Kalah 0-2, Gavin Lee Akui Indonesia Sangat Bagus
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
Ratusan peserta memainkan bubuk warna dalam acara Kulonprogo Color Fun yang digelar di Alun-Alun Wates, Minggu (2/12)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA– Perilaku heteroseksual masih menjadi faktor risiko utama penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Jogja.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan jumlah akumulasi kasus HIV/AIDS di Kota Yogyakarta, sejak 2004 hingga September 2024, mencapai 1.941 kasus yang terdiri atas 1.619 kasus HIV dan 322 kasus AIDS.
"Rata-rata penderita (HIV/AIDS) yang tertinggi berusia 20 sampai 29 tahun. Tetapi terpaparnya kan sebelumnya, berarti saat remaja mereka sudah terpapar," katanya, Jumat (20/9/2024)
Menurut dia, perilaku heteroseksual menduduki urutan tertinggi HIV/AIDS dengan 939 kasus, disusul homoseksual atau lelaki suka lelaki (LSL) menduduki urutan terbanyak kedua mencapai 456 kasus.
"Selain heteroseksual, LSL memang menjadi pemicu cukup tinggi kasus HIV/AIDS selama tiga tahun terakhir," ujar Endang.
Berikutnya berasal dari pengguna jarum suntik 79 kasus, biseksual 43 kasus, penularan dari ibu ke anak 21 kasus, dan sisanya sebanyak 392 kasus tidak diketahui penyebabnya.
"Untuk di Kota Yogyakarta sebaran kasus HIV merata. Tidak ada yang paling tinggi atau paling rendah," ujar dia.
Meski terus bertambah, tren kasus HIV/AIDS di Kota Yogyakarta mengalami fluktuasi setiap tahun.
BACA JUGA: Tindaklanjuti Perda Penanggulangan HIV/AIDS, Pemkab Akan Susun Perbup
Untuk menekan penambahan kasus, kata Endang, Dinkes Kota Yogyakarta mengintensifkan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, khususnya populasi khusus yang rentan terjangkit seperti komunitas LSL, waria, maupun ibu hamil yang rentan menularkan HIV/AIDS ke anak.
Penyuluhan itu bekerja sama dengan dinas sosial dan sejumlah LSM pendamping.
Selain itu, skrining juga digencarkan melalui pemeriksaan tes "Voluntary Counseling and Testing" (VCT) untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif HIV/AIDS.
"Skrining diutamakan pada populasi khusus dengan 'VCT' atau 'VCT mobile'. Populasi khusus kami sasar karena paling berisiko," kata dia.
Endang juga mengimbau kepada penderita atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di wilayah ini mengakses pengobatan secara gratis di seluruh Puskesmas.
Menurut dia, seluruh Puskesmas dan 13 rumah sakit di Kota Yogyakarta mampu melakukan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS. "Untuk pengobatan kami mengikuti alur BPJS dan obatnya pun gratis karena ditanggung Kemenkes," ujar Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.
Manajer Kopdes Merah Putih segera ditempatkan. Pemerintah mengatur gaji berdasarkan UMP dan PKWT dua tahun di bawah Agrinas.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.