Harus Mendarat Darurat, Seperti Ini Kronologi Jatuhnya Pesawat Latih Milik Erik Soekamti

Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan Rabu, 05 September 2018 08:17 WIB
Harus Mendarat Darurat, Seperti Ini Kronologi Jatuhnya Pesawat Latih Milik Erik Soekamti

Sebuah pesawat latih jenis Ultralight seri PK S160 jatuh di Dusun Gading 1, Desa Gading, Kecamatan Playen, Selasa (4/9/2018)./Harian Jogja- Jalu Rahman Dewantara

Harianjogja.com, SLEMAN--Pesawat yang jatuh di Final Run Away One Sero Gading milik Erik Soekamti sudah selesai dievakuasi. Sebelumnya pesawat mengalami fire engine yang membuat pesawat harus mendarat darurat.

Ketua Jogja Flying Club Tjandra Agus Budiman mengatakan pesawat yang ditumpangi oleh anggotanya Faslan Havisha selaku pilot dan Erik Soekamti co-pilot mengalami fire engine yang membuat pesawat harus mendarat darurat. Namun saat akan mendarat darurat pesawat dinyatakan emergency, lalu kemudian pesawat terjatuh dan tersangkut di pohon. Lokasi jatuhnya pesawat yaitu di Final Run Away One Sero Gading.

“Begitu berusaha masuk di Landasan Gading, pukul 16.00 WIB pilot mendeklarasikan emergency," kata Tjandra pada Selasa (4/9/2018).

Menurutnya, saat pesawat tidak bisa sampai landasan, pilot harus mencari tempat aman, maka pilot memutuskan lokasi yang paling aman yaitu di kebun dan pesawat tersangkut di pohon.

Menurut Tjandra, saat ini pesawat sudah dievakuasi. "Ada kerusakan, tapi belum bisa diketahui seperti apa kerusakannya," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam jatuhnya pesawat tersebut. "Puji Tuhan aman semua, pilot dan co-pilot pilot dalam keadaan baik," ungkap Tjandra.

Tjandra mengatakan kerugian dalam jatuhnya pesawat tersebut belum bisa dihitung. Menurutnya, kerugian bisa dihitung setelah pesawat dibongkar.

Jenis pesawat yang digunakan oleh pilot dan co-pilot yaitu pesawat Sky Ranger, pesawat tersebut tergolong pesawat microlight. Menurutnya pesawat tersebut selalu dilakukan pengecekan secara periodik.

Pesawat tersebut merupakan buatan tahun 2006. Tjandra mengatakan, pesawat tersebut milik dari Erik Soekamti, sedangkan Faslan Havisha hanya sebagai instruktur. Pesawat milik pribadi yang sudah tergabung dalam Jogja Flying Club.

Sebelumnya, baik pesawat maupun pilot dan co-pilot melakukan pengecekan. "Alan dan Erik melakukan breafing sebelum latihan rutin dan cek kesehatan, tensi selaku kita cek, setelah normal semua, dan dinyatakan bagus, pesawat layak terbang," jelasnya.

Pesawat direncanakan akan melakukan latihan di area Gading. Namun di ketinggian 500 feet terjadi fire engine. Menurutnya kondisi pilot pun dalam kondisi baik dan sudah mempunyai kualifikasi sebagai instruktur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online